• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

20 November 2025 02:05  |

Risalah The Fed: Banyak Pejabat Tidak Setuju Pemangkasan Di Desember

Banyak pejabat Federal Reserve mengatakan bahwa mempertahankan suku bunga tetap untuk sisa tahun 2025 kemungkinan tepat, menurut risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 28-29 Oktober.

Catatan rapat, yang dirilis Rabu (19/11) di Washington, juga menunjukkan bahwa "beberapa" pembuat kebijakan menentang penurunan suku bunga acuan Fed pada pertemuan tersebut.

"Banyak peserta berpendapat bahwa, berdasarkan prospek ekonomi mereka, kemungkinan tepat untuk mempertahankan kisaran target tidak berubah selama sisa tahun ini," demikian isi risalah rapat tersebut.

Namun, beberapa peserta mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga lagi pada bulan Desember "mungkin tepat jika perekonomian berkembang sesuai perkiraan mereka" sebelum rapat berikutnya.

Risalah rapat tersebut menggarisbawahi ketidakpastian seputar kemungkinan pemangkasan suku bunga bulan depan mengingat adanya perpecahan yang masih berlangsung di komite mengenai apakah inflasi atau pengangguran merupakan ancaman yang lebih besar bagi perekonomian AS.

Mayoritas pemilih panel sepakat dalam rapat untuk menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase untuk kedua kalinya berturut-turut, meskipun dua pejabat tidak setuju. Gubernur Stephen Miran, orang yang baru ditunjuk Presiden Trump, memilih untuk memotong suku bunga sebesar setengah poin. Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid lebih suka mempertahankan suku bunga tetap.

Dalam konferensi persnya setelah rapat, Ketua Fed Jerome Powell mengejutkan investor dengan memperingatkan bahwa pemotongan lain pada bulan Desember "bukanlah kesimpulan yang sudah pasti."

Dalam tiga minggu berikutnya, pejabat Fed yang lebih khawatir tentang inflasi dan kurang cenderung untuk menurunkan suku bunga lagi pada bulan Desember telah mendominasi diskusi publik mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Investor telah menurunkan ekspektasi untuk pemotongan pada bulan Desember menjadi sekitar 30%, menurut harga dalam kontrak berjangka dana federal.

Debat Neraca

Risalah tersebut juga menunjukkan bahwa "hampir semua peserta" menganggap tepat untuk menghentikan limpasan sekuritas dari neraca Fed pada 1 Desember, atau dapat mendukung keputusan itu. Para pejabat telah menyusutkan neraca keuangan sejak pertengahan 2022 dan memutuskan pada rapat bulan Oktober untuk mengakhiri proses tersebut bulan depan.

Beberapa pelaku pasar khawatir The Fed menunggu terlalu lama untuk menghentikan aliran dana, yang memungkinkan tekanan likuiditas menciptakan volatilitas dalam suku bunga pendanaan semalam. (Arl)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai