• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

18 November 2025 07:29  |

Hawkish di Atas Kertas, Dovish di Desember?

Notulen rapat FOMC bulan Oktober yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan menunjukkan sikap yang cenderung hawkish dan menampilkan perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed. Pasar sendiri masih terbelah soal peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Desember, namun analis UBS menilai bahwa “totalitas data” yang keluar sebelum pertemuan Desember kemungkinan tidak cukup kuat untuk menghalangi dorongan sebagian besar anggota yang ingin mendukung pemangkasan ketiga tahun ini.

Dalam catatan penelitian terbarunya, ekonom UBS mengatakan bahwa menit Oktober akan menggambarkan betapa besarnya ketidaksepakatan mengenai arah kebijakan dalam jangka pendek. Mereka mengatakan, meskipun di internal komite cukup tajam, sentimen untuk kembali menurunkan suku bunga pada Desember masih dominan. UBS juga menilai, data yang akan masuk hingga saat itu serta arus berita ekonomi yang “belum positif” tidak akan banyak mengubah pandangan dovish yang sudah mulai terbentuk.

Di kubu yang lebih hati-hati, beberapa pejabat seperti Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic dan Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid memberi sinyal ingin menahan suku bunga. Bostic mengatakan ia “nyaman dengan dua kali pemangkasan sebelumnya”, namun untuk langkah selanjutnya ia ingin menunggu data terlebih dahulu sebelum menentukan sikap. Schmid, yang menolak penghentian suku bunga di Oktober, meragukan efektivitas penurunan bunga tambahan untuk mendukung pasar tenaga kerja, yang menurutnya juga ditekankan oleh kebijakan dan pengetatan aturan imigrasi. Ia menilai masalah di pasar kerja yang lebih bersifat struktural dibandingkan sekadar bisa diatasi dengan bunga yang lebih rendah.

Pandangan ini berbenturan dengan anggota FOMC lain yang lebih dovish, khususnya Gubernur Stephen Miran yang masih mendorong pemangkasan 50 basis poin pada bulan Desember. Ketidaksamaan pandangan ini semakin diperparah oleh minimnya data resmi setelah penutupan pemerintahan AS yang paling lama dalam sejarah, sehingga sulit membangun konteks yang kuat di antara para pemilik suara. Situasi ini berpotensi membuat isi menit terlihat “keras” di satu sisi, namun tetap membuka ruang untuk pelonggaran lebih lanjut di bulan Desember.

Meski demikian, UBS menilai data yang tersedia justru akan menegaskan risiko pelemahan ekonomi. Mereka menyoroti laporan rekrutmen musim liburan yang lemah serta pengumuman PHK yang terus bertambah, dan menyimpulkan bahwa “risiko negatif masih belum bisa diatasi”. Artinya, meskipun notulen Oktober mungkin terdengar hawkish, narasi risiko penurunan ekonomi bisa tetap menjadi alasan kuat bagi sebagian besar anggota The Fed untuk menjaga opsi pemangkasan suku bunga Desember tetap hidup.(asd)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai