Pejabat The Fed Makin Ragu Pangkas Suku Bunga di Desember
Sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) dalam beberapa hari terakhir mulai meredam harapan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember. Mereka menilai data ekonomi yang tersedia masih belum cukup kuat untuk mengambil keputusan besar, apalagi setelah periode penutupan pemerintah AS yang panjang membuat rilis data inflasi dan pasar tenaga kerja tertunda. Tanpa gambaran yang jelas soal arah inflasi dan kekuatan ekonomi, sikap umum mereka adalah: lebih baik berhati-hati dulu.
Dari sisi nada kebijakan, barisan pejabat yang cenderung hawkish terdengar paling tegas. Presiden Fed Kansas City Jeffery Schmid dan Presiden Fed Boston Susan Collins menilai suku bunga saat ini sudah berada di level yang “cukup ketat” dan tidak melihat urgensi untuk segera menurunkannya. Di sisi lain, pejabat yang lebih moderat seperti Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic memilih sikap “wait and see”. Ia tidak menutup kemungkinan adanya pemangkasan, tetapi menegaskan bahwa keputusan Desember sangat bergantung pada data yang keluar dalam beberapa minggu ke depan.
Akibat pernyataan yang beragam ini, pasar kini memandang rapat Desember seperti “lempar koin”: peluang suku bunga dipotong atau dipertahankan dianggap hampir seimbang. Probabilitas pemangkasan 25 bps yang sebelumnya sempat mendekati 90% kini turun tajam ke kisaran 40–50% saja. Bagi pelaku pasar, fokus berikutnya adalah data-data ekonomi yang sempat tertunda dan risalah rapat The Fed—yang akan menjadi penentu apakah bank sentral siap melunak, atau justru bertahan lebih lama dengan kebijakan ketatnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id