Amerika Serikat Gandakan Tarif Barang India Jadi 50%
Presiden Donald Trump telah secara resmi menerapkan tarif tambahan 25% untuk barang impor dari India, menaikkan total tarif menjadi 50% dalam langkah balasan atas pembelian minyak Rusia oleh India
Tarif awal 25% mulai diberlakukan tanggal 7 Agustus, sedangkan 25% tambahan—disebut sebagai sanksi sekunder—akan berlaku 21 hari kemudian, yakni pada 27 Agustus
Sementara itu, tarif impor AS terhadap negara-negara lain telah meningkat secara signifikan, dengan kebijakan baru menetapkan tarif antara 15% hingga 50% untuk hampir 70 negara, termasuk Cina dengan tarif hingga 55%, menjadikan rata-rata tarif impor tertinggi sejak 1933
Tekanan Berat terhadap Ekspor India — Industri Tekstil Terdampak Parah
Industri tekstil India langsung merasakan tekanan besar. Beberapa eksportir menerima ultimatum dari pembeli AS untuk menyesuaikan harga terkait tarif baru, atau pengiriman akan dipindahkan ke negara pesaing seperti Bangladesh, Vietnam, atau Guatemala
Sebelumnya, tarif 25% diberlakukan mulai 1 Agustus, sebagai bagian dari ketegangan perdagangan yang meningkat dan kekecewaan atas hubungan dagang yang terhenti
Ringkasan Dampak
India: Terkena tarif paling tinggi (50%) dari semua mitra dagang AS.
Eksportir India: Terpaksa pindahkan produksi agar tetap kompetitif.
Konsumen AS: Diperkirakan akan menghadapi kenaikan harga, terutama untuk produk impor seperti pakaian, makanan, dan elektronik.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id