Kebuntuan di Kongres AS Membuat Shutdown Pemerintah Terus Berlanjut
Pembahasan anggaran di Kongres Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu setelah pertemuan semalam gagal menghasilkan kesepakatan antara Partai Republik dan Demokrat. Kondisi ini membuat penutupan sebagian pemerintahan federal atau government shutdown memasuki pekan kedua, meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi domestik maupun global.
Kegagalan tercapainya kesepakatan terjadi setelah Senat menolak dua rancangan undang-undang pendanaan sementara atau stopgap bill yang diajukan oleh masing-masing partai. Kedua versi RUU tersebut tidak berhasil mendapatkan minimal 60 suara yang dibutuhkan untuk melewati mekanisme filibuster. Penolakan ini memperpanjang kebuntuan politik di Washington dan memperdalam ketidakpastian fiskal menjelang batas waktu pendanaan baru.
Dari sisi eksekutif, mantan Presiden Donald Trump yang kini memiliki pengaruh besar dalam Partai Republik menyatakan keterbukaan untuk berdialog dengan Demokrat terkait subsidi kesehatan dalam program Affordable Care Act (ACA). Namun, para pemimpin Demokrat menegaskan bahwa belum ada pembicaraan resmi yang dimulai, dan mereka menolak mengaitkan pembiayaan pemerintah dengan agenda kebijakan sosial yang lebih luas.
Gedung Putih memperingatkan bahwa jika shutdown terus berlanjut, potensi pemutusan hubungan kerja massal terhadap pegawai federal tidak dapat dihindari. Beberapa lembaga pemerintahan bahkan sudah mulai menunda pembayaran gaji, sementara proyek-proyek infrastruktur dan penelitian publik mengalami perlambatan signifikan. Kondisi ini menimbulkan efek berantai terhadap sektor jasa dan konsumsi domestik yang bergantung pada aktivitas pemerintah.
Di sisi legislatif, Speaker DPR Mike Johnson memutuskan untuk menunda sidang pleno dan menahan anggota DPR dalam masa rehat, yang semakin memperlambat proses negosiasi. Meski beberapa senator dari kedua partai mencoba melakukan pertemuan informal, hingga kini belum ada rancangan kompromi yang cukup kuat untuk menjembatani perbedaan pandangan.
Perselisihan utama kini berfokus pada subsidi kesehatan dan program Medicaid, di mana Demokrat bersikeras mempertahankan anggaran sosial tersebut sementara Partai Republik menolak mengaitkannya dengan pembiayaan operasional pemerintah. Ketegangan ini membuat pasar keuangan global bersikap hati-hati, dengan investor mulai mengalihkan aset ke instrumen aman seperti emas dan obligasi jangka panjang AS.
Kebuntuan di Kongres bukan hanya menekan ekonomi domestik, tetapi juga menimbulkan efek domino terhadap mitra dagang utama Amerika. Investor internasional mulai mengkhawatirkan potensi perlambatan ekonomi AS yang dapat menekan permintaan global, terutama di sektor energi dan manufaktur. Selama belum ada titik temu di Washington, ketidakpastian fiskal ini berpotensi menjadi salah satu faktor utama penggerak volatilitas pasar dalam beberapa pekan mendatang.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id