Trump Bertemu Pemimpin Kongres, Tekanan Mencekam Jelang Shutdown AS
Presiden Donald Trump akan menggelar pertemuan penting dengan empat pemimpin tertinggi Kongres di Gedung Putih pada Senin (29/09/2025), dalam upaya terakhir untuk mencegah government shutdown. Pendanaan federal diperkirakan akan habis pada Selasa malam jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Pertemuan ini jadi momen krusial mengingat konsekuensi besar yang bisa muncul jika pemerintah AS benar-benar tutup.
Pertemuan akan dihadiri oleh Ketua DPR Mike Johnson dan Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dari Partai Republik, serta Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dari Partai Demokrat. Sebelumnya, Trump sempat membatalkan pertemuan dengan para pemimpin Demokrat karena menganggap usulan mereka “tidak serius dan konyol.” Sementara itu, kedua tokoh Republik menolak memberikan konsesi lebih jauh.
Jika pemerintah benar-benar shutdown, banyak layanan federal akan dihentikan, gaji pegawai negeri tertunda, dan dampaknya berpotensi menyebar ke pasar global yang sudah sensitif. Situasi ini mencerminkan perbedaan tajam antara Demokrat yang ingin mempertahankan pendanaan untuk program sosial, dan Republik yang menuntut pemotongan anggaran lebih dalam. Ketidakpastian ini juga berpotensi mengguncang pasar keuangan secara lebih luas.
Dampak shutdown bukan hanya masalah fiskal dan politik. Penundaan rilis data ekonomi penting, terutama laporan tenaga kerja, akan menyulitkan Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Jika data tenaga kerja terlihat melemah akibat gangguan ini, The Fed kemungkinan besar akan lebih terdorong untuk mempertahankan atau menurunkan suku bunga demi menjaga pertumbuhan ekonomi.
Kondisi ini biasanya membuat dolar AS melemah sementara investor mencari aset aman. Emas, sebagai salah satu aset safe haven paling favorit, diperkirakan akan mendapat tekanan beli tambahan dan harganya bisa naik seiring ketidakpastian yang meningkat. Jadi, hasil dari pertemuan ini tidak hanya akan menentukan nasib anggaran federal AS, tapi juga arah kebijakan moneter dan pergerakan pasar global dalam waktu dekat.(ads)
Sumber: Newsmaker.id