• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

4 September 2025 08:34  |

Trump Meminta Mahkamah Agung untuk Menanggapi Banding Tarif

Pemerintahan Presiden Donald Trump pada hari Rabu mengajukan banding ke Mahkamah Agung atas putusan pengadilan federal yang menyatakan bahwa sebagian besar tarif globalnya ilegal, yang memicu konflik hukum yang dapat menentukan masa depan agenda perdagangannya.

Meskipun banding formal tersebut sudah diperkirakan dan pengadilan masih perlu menerimanya, hal ini kemungkinan kini menempatkan nasib "tarif timbal balik" Trump yang luas ke tangan Mahkamah Agung AS.

Pengajuan banding ini muncul setelah pengadilan banding federal pada 29 Agustus menyatakan bahwa sebagian besar "tarif timbal balik" Trump pada 2 April adalah ilegal, yang membuat prinsip utama agenda ekonominya menjadi tidak jelas.

Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Federal memutuskan dalam keputusan 7-4 bahwa Trump telah melampaui wewenang kepresidenannya ketika ia menerapkan tarif yang tinggi di hampir setiap negara. Trump menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, atau IEEPA, untuk mengenakan pungutan tinggi kepada mitra dagang, menyatakan defisit federal Amerika Serikat dengan negara lain sebagai keadaan darurat nasional.

Namun, pengadilan banding menyatakan bahwa "tarif adalah kewenangan inti Kongres," bukan kewenangan presiden.

"Kewenangan inti Kongres untuk mengenakan pajak seperti tarif secara eksklusif berada di tangan cabang legislatif oleh Konstitusi," kata pengadilan tersebut.

Putusan pengadilan banding tersebut baru akan berlaku efektif pada 14 Oktober, memberikan waktu bagi pemerintahan Trump untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Dalam bandingnya pada hari Rabu, pemerintahan Trump mengutip pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent bahwa putusan pengadilan banding "meskipun ditangguhkan secara hukum, menimbulkan ketidakpastian hukum tentang tarif [IEEPA Presiden] yang sangat melemahkan kemampuan Presiden untuk melakukan diplomasi di dunia nyata dan kemampuannya untuk melindungi keamanan nasional dan perekonomian Amerika Serikat." Mahkamah Agung kemungkinan akan menangani kasus tarif Trump, menurut SCOTUSblog, dan keputusannya bisa diambil pada musim panas 2026.(mrv)

Sumber: CNBC

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai