• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

21 July 2025 09:46  |

Serangan Rusia Menggunakan Drone dan Rudal, Korban Jiwa Terjadi di Ukraina

Rusia melancarkan serangan baru ke Ukraina, menargetkan wilayah tengah dan barat negara itu dengan drone dan rudal, sementara sekutu Kyiv menjanjikan peningkatan perlindungan pertahanan udara untuk membantu melindungi negara yang dilanda perang tersebut.

Sirene berbunyi selama lebih dari enam jam ketika Rusia menembakkan drone, rudal jelajah dan balistik, serta rudal hipersonik Kinzhal, kata pasukan pertahanan udara Ukraina, Senin, di Telegram. Setidaknya satu orang tewas di ibu kota, Kyiv, dan satu orang lainnya dirawat di rumah sakit "dengan beberapa luka."

Kyiv diselimuti asap dari kebakaran di beberapa distrik, termasuk sebuah gedung apartemen, kata otoritas setempat. Pintu masuk ke stasiun metro pusat, yang digunakan sebagai tempat perlindungan serangan udara oleh warga sipil, juga rusak, kata mereka. Inggris dan Jerman akan menjanjikan sistem pertahanan udara baru untuk Ukraina pada hari Senin, sementara Inggris mendorong "upaya 50 hari" untuk mempersenjatai Kyiv dan mencoba memaksa Presiden Rusia Vladimir Putin ke meja perundingan.

Sementara itu, Rusia terpaksa menutup bandara di dekat Moskow setelah serangan pesawat tak berawak Ukraina. Bandara-bandara tersebut kembali beroperasi pada Senin pagi, kantor berita Interfax melaporkan, mengutip Badan Transportasi Udara Federal.

Rusia telah meningkatkan serangan udara terhadap Ukraina dengan jumlah serangan pesawat tak berawak yang memecahkan rekor dalam beberapa minggu terakhir. Rusia meluncurkan 728 pesawat tak berawak pada 9 Juli, merusak bangunan tempat tinggal dan infrastruktur. Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa korban sipil bulanan Ukraina pada bulan Juni adalah yang tertinggi dalam tiga tahun, dengan 232 tewas dan 1.343 luka-luka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada akhir pekan mengusulkan pertemuan dengan Rusia minggu ini, lebih dari sebulan setelah perundingan langsung terakhir, untuk mencoba mewujudkan gencatan senjata. Presiden Donald Trump telah menjanjikan lebih banyak senjata untuk Ukraina dan mengancam akan mengenakan "tarif sekunder" 100% terhadap Rusia kecuali Putin menyetujui gencatan senjata dalam 50 hari. Trump mengatakan negara-negara NATO akan membayar senjata tersebut. (az)

Sumber: Bloomberg

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai