Trump Bantah Rencana Pecat Powell, Tapi Tak Tutup Kemungkinan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Rabu bahwa ia tidak berencana memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell, setelah laporan dari Bloomberg yang menyebut bahwa pemecatan itu kemungkinan besar akan segera terjadi memicu penurunan pasar saham dan dolar, serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Trump menegaskan bahwa laporan tersebut tidak benar. “Saya tidak mengesampingkan apapun, tapi saya pikir kemungkinannya sangat kecil, kecuali jika dia memang melakukan penipuan,” ujar Trump. Pernyataan ini mengacu pada kritik dari Gedung Putih dan anggota parlemen Republik terkait pembengkakan biaya renovasi markas besar The Fed senilai $2,5 miliar di Washington.
Setelah pernyataan Trump, pasar mulai pulih. Saham dan imbal hasil obligasi AS memangkas penurunannya, meskipun Trump tetap melontarkan kritik terhadap Powell, menyebutnya sebagai ketua yang “buruk” karena tidak memangkas suku bunga.
Trump mengaku memang sempat berdiskusi dengan beberapa anggota parlemen Republik mengenai pemecatan Powell, namun ia mengklaim sikapnya lebih hati-hati dibandingkan mereka. Di sisi lain, seorang pejabat The Fed menegaskan bahwa Powell tetap berniat menyelesaikan masa jabatannya, yang berlaku hingga 15 Mei 2026.
Pekan lalu, kritik Gedung Putih terhadap The Fed semakin keras. Direktur Kantor Anggaran, Russell Vought, mengirim surat ke Powell yang menyatakan bahwa Trump "sangat terganggu" dengan biaya renovasi yang membengkak. Powell kemudian meminta inspektur jenderal The Fed untuk mengkaji proyek tersebut, dan pihak bank sentral merilis lembar fakta yang membantah tuduhan soal fasilitas mewah seperti ruang makan VIP dan lift mahal.(yds)
Sumber: Investing.com