Trump Siap Pecat Powell, The Fed di Ambang Kudeta Politik!
Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell kembali menjadi sorotan. Ketegangan meningkat tajam setelah Trump mengeluarkan kritik pedas terhadap kebijakan suku bunga The Fed dan secara terbuka mempertimbangkan pemecatan Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.
Presiden Trump menuding Powell "terlalu lambat" dalam menurunkan suku bunga, yang menurutnya menghambat pertumbuhan ekonomi AS. Ia menyarankan bahwa suku bunga seharusnya sudah turun “lebih dari 3%” sejak awal 2025, mengklaim bahwa Powell tidak merespons cukup cepat terhadap tekanan inflasi yang mereda dan perlambatan ekonomi global.
Tidak hanya itu, Trump juga menyerang proyek renovasi markas Federal Reserve senilai $2,5 miliar, menuduhnya sebagai pemborosan yang tidak pantas, dan menggunakan isu tersebut sebagai dasar moral dan politis untuk mendesak Powell agar mundur secara sukarela.
Dapatkah Trump Memecat Powel?
Secara hukum, Ketua The Fed hanya bisa dipecat atas dasar "cause", seperti pelanggaran hukum atau kelalaian berat. Sejumlah ahli hukum menilai tuduhan Trump belum memenuhi syarat tersebut.
Namun, Trump mengisyaratkan kemungkinan menempuh jalur hukum atau bahkan perintah eksekutif. Ini memicu kekhawatiran bahwa independensi Federal Reserve — prinsip yang dijaga sejak dekade 1950-an — bisa terancam secara serius.
Reaksi Pasar
Yield obligasi jangka panjang AS naik, mencerminkan kekhawatiran atas inflasi dan ketidakpastian kebijakan moneter.
Harga emas dan aset safe-haven melonjak, karena investor mencari perlindungan dari potensi gejolak moneter.
Volatilitas meningkat di pasar saham, terutama sektor finansial dan properti.
Calon Pengganti
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa proses formal pencarian penerus Powell sudah dimulai sebagai langkah antisipatif. Meski demikian, Trump masih menyatakan “saya suka pekerjaan yang sedang dia lakukan sekarang”, memberi sinyal ambigu terhadap langkah berikutnya.
Beberapa nama yang disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Powell antara lain:
Scott Bessent sendiri (loyalis Trump dan mantan penasihat hedge fund)
Judy Shelton, ekonom konservatif pro-Trump
Kevin Warsh, eks-Gubernur Fed.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id