Inflasi Inti AS Melandai, Emas Mendapat Dorongan
Tekanan inflasi inti Amerika Serikat menunjukkan perlambatan setelah Core PCE Price Index naik 0,1% secara bulanan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar sebesar 0,2% serta melambat dari kenaikan 0,3% pada periode sebelumnya.
Core PCE mengukur perubahan harga barang dan jasa dengan mengecualikan komponen makanan dan energi yang cenderung berfluktuasi. Indikator ini menjadi salah satu ukuran inflasi yang diperhatikan Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Data yang lebih rendah dari perkiraan memperlihatkan tekanan harga dasar mulai mereda. Kondisi tersebut dapat mengurangi kebutuhan The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun bank sentral masih memerlukan bukti bahwa inflasi bergerak turun secara konsisten menuju target 2%.
Rilis ini juga berpotensi mengubah ekspektasi pasar setelah The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga dan menegaskan komitmennya mengendalikan inflasi. Sebelum data dirilis, pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan bunga pada September sehingga perlambatan Core PCE dapat mengurangi ekspektasi kebijakan yang terlalu ketat.
Dampak ke Market :
Data Core PCE yang lebih rendah dari ekspektasi cenderung positif bagi emas. Inflasi yang melandai dapat menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga, menekan yield obligasi dan melemahkan dolar AS. Kombinasi tersebut meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Bagi dolar AS, data ini cenderung negatif karena pasar dapat mengurangi posisi yang mengantisipasi kebijakan hawkish The Fed. Sementara itu, saham AS berpeluang mendapatkan dukungan karena risiko kenaikan biaya pinjaman mulai berkurang.
Namun, penguatan emas tetap dapat berfluktuasi apabila data tahunan Core PCE masih jauh di atas target 2% atau pejabat The Fed menilai perlambatan satu bulan belum cukup untuk mengubah kebijakan. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data tenaga kerja dan komentar lanjutan pejabat The Fed.(CP)