Inflasi Inggris Bertahan di 2,8%, Lebih Rendah dari Ekspektasi Pasar
Tingkat inflasi tahunan Inggris tercatat stabil di level 2,8% pada Mei 2026. Angka ini tidak berubah dari bulan sebelumnya dan berada di bawah perkiraan pasar yang sebelumnya memperkirakan inflasi naik ke 3,0%. Capaian ini diumumkan pada Rabu, (17/06) yang membuat inflasi Inggris tetap berada di level terendah sejak Maret tahun lalu.
Tekanan harga mulai mereda di beberapa sektor utama. Inflasi pada sektor perumahan dan layanan rumah tangga melambat menjadi 2,7% dari sebelumnya 3,0% pada April. Penurunan ini dipengaruhi oleh biaya hunian pemilik rumah yang terus melemah, sehingga membantu menahan laju kenaikan harga secara keseluruhan.
Harga makanan dan minuman non-alkohol juga menunjukkan perlambatan yang cukup jelas. Inflasi pada kelompok ini turun menjadi 2,2% dari 3,0% pada bulan sebelumnya, sekaligus menjadi level terendah sejak Desember 2024. Selain itu, kenaikan harga pakaian dan alas kaki juga melambat menjadi 0,2%, sementara sektor rekreasi dan budaya turun tipis menjadi 1,5%.
Namun, penurunan inflasi di beberapa sektor tersebut tertahan oleh tekanan dari sektor transportasi. Inflasi transportasi melonjak menjadi 6,8%, level tertinggi sejak Desember 2022, dari sebelumnya 4,5% pada April. Kenaikan ini terutama dipicu oleh harga bahan bakar kendaraan yang lebih tinggi, kenaikan tarif penerbangan, serta dampak dari pajak kendaraan atau Vehicle Excise Duty.
Secara bulanan, indeks harga konsumen Inggris naik 0,2% pada Mei. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 0,4% dan melambat dari kenaikan 0,7% pada April. Data ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi Inggris mulai lebih terkendali, meski sektor transportasi masih menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai pasar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id