Trump Tunda Serangan ke Pembangkit dan Infrastruktur Energi Iran
Presiden AS Donald Trump pada hari ini Senin (23/3) mengatakan ia memerintahkan militer untuk menunda selama lima hari rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, menyusul apa yang ia sebut sebagai dialog yang “produktif” terkait “penyelesaian total” permusuhan di Timur Tengah.
Gedung Putih mengonfirmasi penundaan ini sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan yang sempat meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah laporan menyebut keputusan itu juga memperpanjang tenggat terkait tekanan Washington agar Iran membuka kembali arus pelayaran di kawasan Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital energi global.
Media melaporkan Trump menyampaikan bahwa penundaan dilakukan setelah percakapan yang dinilai “baik dan produktif” dengan pihak Iran, memberi ruang bagi jalur diplomasi untuk berjalan sebelum opsi militer terhadap target energi dijalankan.
Namun, jeda ini tidak otomatis berarti krisis selesai. AP mencatat konflik yang lebih luas masih memicu gangguan keamanan dan pasar energi, terutama karena arus tanker di Hormuz masih sensitif terhadap risiko serangan, serta ancaman balasan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Inti Newsmaker: keputusan Trump memberi “jendela napas” lima hari yang bisa menurunkan tensi jangka pendek, tetapi pasar tetap akan memantau apakah pembicaraan benar-benar menghasilkan langkah konkret—terutama terkait keamanan jalur energi dan potensi eskalasi ulang setelah masa penundaan berakhir.(yds)
Sumber: Newsmaker.id