• Wed, Jan 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

21 January 2026 04:15  |

Davos Memanas: Trump vs Eropa

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin Uni Eropa akan tetap menempatkan investasi di Amerika Serikat, meskipun Washington menerapkan tarif baru yang dikaitkan dengan dorongan Trump untuk mengambil alih Greenland. Pernyataan itu muncul ketika hubungan AS–Eropa kembali tegang, menyusul penolakan luas dari para pemimpin Eropa terhadap gagasan tersebut.

Sebelumnya pada Selasa (20/1), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menilai ancaman tarif tersebut sebagai langkah yang keliru dan berpotensi merusak komitmen ekonomi yang pernah disepakati kedua pihak. Di Eropa, sejumlah pejabat mulai menyiapkan opsi respons—termasuk potensi tindakan balasan—yang dikhawatirkan dapat memicu eskalasi dan mengganggu stabilitas hubungan dagang.

Trump, saat konferensi pers di Gedung Putih, meragukan bahwa Uni Eropa akan benar-benar menarik komitmen investasinya. Ia menekankan bahwa Eropa dinilai membutuhkan akses ekonomi dan kesepakatan dengan AS. Trump juga mengumumkan rencana tarif bertahap untuk delapan negara Eropa jika tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland, sembari menolak menjelaskan seberapa jauh langkah yang akan ia ambil untuk mewujudkan target tersebut.

Pernyataan itu disampaikan menjelang keberangkatannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, tempat ia diperkirakan akan bertemu sejumlah pemimpin Eropa. Trump juga mengecilkan kritik dari tokoh-tokoh seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dengan mengatakan pembicaraan tatap muka biasanya berjalan lebih baik dibanding komentar publik.

Isu Greenland sendiri telah menjadi sumber ketegangan baru di dalam aliansi transatlantik. Trump berargumen penguasaan Greenland penting untuk kepentingan keamanan AS, termasuk untuk menghadapi pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik. Ia juga menyatakan opsi penggunaan kekuatan tetap ada, meski pernyataan itu menuai respons keras dari pihak Denmark dan memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap NATO.

Di sisi pemerintahan AS, Menteri Keuangan Scott Bessent juga meminta mitra dagang AS untuk tidak bereaksi berlebihan dan tidak melakukan pembalasan yang dapat memperburuk situasi. Ia menilai spekulasi mengenai tindakan ekstrem—seperti penjualan besar-besaran aset AS oleh pihak Eropa—sebagai skenario yang tidak realistis, meski pasar tetap memperhatikan risiko yang bisa muncul jika tensi politik berubah menjadi konflik ekonomi yang lebih luas. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai