Deadline Anggaran Sementara AS Tinggal Hitungan Hari, Shutdown Mengintai Lagi?
Batas waktu anggaran sementara (continuing resolution/CR) pemerintah federal Amerika Serikat saat ini berakhir pada 30 Januari 2026. Jika Kongres gagal mengesahkan paket pendanaan lanjutan (baik anggaran penuh maupun perpanjangan CR) sebelum tenggat itu, government shutdown parsial bisa kembali terjadi.
Tekanan politik meningkat sejak Presiden Donald Trump mengusung agenda pemangkasan dan penataan ulang belanja, sementara sebagian anggota Kongres mendorong syarat-syarat tambahan di beberapa pos anggaran. Di Senat, proses pendanaan memang bergerak: sebuah paket tiga RUU pendanaan telah lolos dengan dukungan bipartisan, membuat total enam dari 12 RUU anggaran tahunan sudah melewati kedua kamar.
Namun, jalur menuju “beres total” masih jauh dari mulus. Salah satu titik paling sensitif adalah pendanaan Department of Homeland Security (DHS) yang terseret tarik-ulur politik, termasuk tuntutan pembatasan dan reformasi terkait penegakan imigrasi. Ini menjadi salah satu penghambat terbesar menjelang deadline.
Apakah shutdown mungkin terjadi lagi di bulan ini? Jawabannya: masih mungkin, karena tenggatnya ada di akhir Januari dan negosiasi belum sepenuhnya aman. Meski begitu, sinyal dari Capitol Hill menunjukkan banyak pihak juga tak ingin mengulang gangguan besar, sehingga opsi paling realistis jika waktu mepet adalah perpanjangan CR jangka pendek untuk “menjembatani” negosiasi.
Dampaknya ke pasar biasanya muncul lewat dua jalur: ketidakpastian (risk-off) dan penundaan data/agenda pemerintah jika shutdown terjadi. Dalam beberapa hari ke depan, pasar akan memantau apakah Kongres mempercepat pengesahan sisa RUU, atau memilih jalan cepat dengan memperpanjang pendanaan sementara agar operasional pemerintah tetap berjalan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id