• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

3 December 2025 07:22  |

Kenapa Damai Ukraina Gagal?

Pertemuan selama lima jam antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantunya Jared Kushner, di Kremlin tidak menghasilkan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina. Kremlin mengonfirmasi bahwa kompromi belum tercapai dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Perundingan berlangsung hingga tengah malam, dan beberapa proposal dari AS dianggap tidak sesuai oleh Rusia.

Yuri Ushakov, ajudan utama Putin, mengatakan bahwa pertemuan ini konstruktif dan membuka peluang kerja sama ekonomi AS-Rusia, meski pertemuan langsung antara Putin dan Trump belum direncanakan. Diskusi juga menyentuh masalah teritorial, termasuk klaim Rusia atas Donbas, yang sebagian besar tetap di bawah kendali Ukraina. Ushakov menekankan beberapa rancangan proposal AS masih perlu dibahas lebih lanjut.

Trump sendiri menyebut situasi sangat sulit dan kacau, mengingat perang ini telah menimbulkan 25.000 hingga 30.000 korban per bulan. Ia menekankan bahwa mengakhiri konflik ini merupakan salah satu tujuan sulit dari kebijakan luar negerinya, meski sebelumnya kerap mengkritik Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Sejumlah negara Eropa menyatakan khawatir terhadap proposal perdamaian AS yang bocor sebelumnya karena dinilai terlalu menguntungkan Moskow. Ukraina dan AS kemudian mencoba menyusun kerangka kerja perdamaian yang lebih adil melalui perundingan di Jenewa. Presiden Zelenskiy menegaskan bahwa semua bergantung pada negosiasi di Moskow, dan penting agar prosesnya transparan tanpa ada permainan di belakang Ukraina.

Putin menegaskan Rusia tidak ingin perang dengan Eropa, tetapi mengancam akan menghentikan akses Ukraina ke laut jika terjadi serangan. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menilai pernyataan Putin menunjukkan bahwa Rusia belum siap benar-benar mengakhiri konflik. Kondisi ini menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh ketidakpastian. (az)

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai