• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

4 August 2025 10:02  |

Trump Perintahkan Kapal Selam Nuklir Dekat Rusia, Ketegangan AS-Rusia Memanas

Presiden Donald Trump memerintahkan reposisi dua kapal selam nuklir AS mendekati wilayah Rusia sebagai respons terhadap pernyataan provokatif dari mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. Lewat unggahan di media sosial pribadinya, Trump mengatakan keputusan ini diambil sebagai tindakan berjaga-jaga, menyusul komentar Medvedev yang dianggap mengancam dan membuka kemungkinan konfrontasi militer. "Kata-kata bisa menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan," tegas Trump.

Medvedev, yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, sebelumnya menyindir Trump dengan menyebut ultimatum terhadap Rusia sebagai langkah menuju perang langsung dengan Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa Rusia bukanlah Iran atau Israel, dan tidak akan tunduk pada tekanan. Medvedev memang dikenal sering melontarkan pernyataan keras dan bernada ancaman sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, kontras dengan citranya yang lebih moderat saat menjabat presiden pada 2008–2012.

Trump menyebut pengiriman kapal selam ini sebagai bentuk perlindungan terhadap rakyat Amerika dan menunjukkan kesiapan menghadapi ancaman nuklir. Ia juga menugaskan utusan khusus AS, Steve Witkoff, untuk terbang ke Rusia guna mendorong tercapainya gencatan senjata dalam perang Ukraina. Trump bahkan mempersingkat batas waktu Rusia untuk merespons dari 50 hari menjadi hanya 10 hari, yang akan berakhir minggu depan.

Langkah ini menambah ketegangan diplomatik antara Washington dan Moskow, di tengah situasi global yang sudah genting. Belum ada detail spesifik soal lokasi kapal selam, namun tindakan ini menunjukkan bahwa Trump mengambil posisi tegas dalam menghadapi retorika nuklir dari Rusia. Sementara para analis memperingatkan bahwa eskalasi semacam ini berisiko memperburuk situasi, Trump menyatakan bahwa AS siap menghadapi segala kemungkinan.(ayu)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai