Trump Siap Ganti Pejabat Kunci Ekonomi AS, Apa Dampaknya ke Pasar?
Presiden Donald Trump menyatakan akan segera mengumumkan dua nama penting untuk mengisi posisi strategis: Gubernur Federal Reserve (The Fed) dan kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS). Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap lembaga ekonomi AS, setelah Trump secara terbuka mengkritik dan memecat pejabat yang tidak sejalan dengan kebijakan ekonominya.
Trump memecat Kepala BLS Erika McEntarfer hanya beberapa jam setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan hasil yang mengecewakan. Keputusan ini menuai kritik karena dianggap melemahkan integritas lembaga statistik yang seharusnya independen. Bahkan William Beach, mantan kepala BLS yang juga ditunjuk Trump di masa lalu, menyebut pemecatan tersebut tidak berdasar dan berisiko merusak kepercayaan terhadap data ekonomi resmi.
Di sisi lain, posisi Gubernur Fed terbuka lebih cepat dari perkiraan setelah Adriana Kugler mengundurkan diri. Trump melihat ini sebagai peluang untuk menunjuk sosok yang lebih mendukung kebijakannya, terutama dalam hal penurunan suku bunga. Beberapa nama telah disebut sebagai kandidat kuat, seperti Kevin Hassett, Kevin Warsh, Christopher Waller, hingga Menteri Keuangan Scott Bessent.
Trump secara terang-terangan tidak menyukai Ketua Fed Jerome Powell dan kerap melontarkan kritik tajam. Ia menyebut Powell “terlalu marah, terlalu bodoh, dan terlalu politis” karena menolak menurunkan suku bunga. Trump bahkan meminta agar Powell mengundurkan diri, menunjukkan niatnya untuk lebih mengontrol arah kebijakan moneter AS.
Langkah Trump yang semakin agresif terhadap lembaga ekonomi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan pengamat. Mereka menilai independensi lembaga seperti The Fed dan BLS sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik. Penunjukan dua pejabat baru ini dinilai krusial dan akan menentukan arah ekonomi AS menjelang pemilu mendatang.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id