• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

31 July 2025 16:37  |

Perang Dagang Trump Memanas Jelang 1 Agustus

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengejutkan dunia dengan meluncurkan serangkaian kebijakan perdagangan menjelang batas waktu 1 Agustus. Dalam pernyataannya hari Rabu, Trump mengumumkan tarif 15% untuk impor dari Korea Selatan, menyamakan beban mereka dengan Jepang, serta tarif tinggi 25% untuk India. Ia menekan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan kritik tajam atas kebijakan India yang masih membeli energi dan senjata dari Rusia.

Sementara itu, beberapa negara Asia Tenggara berhasil mencapai kesepakatan dengan AS. Thailand dan Kamboja dilaporkan telah menyetujui gencatan senjata awal pekan ini, membuka jalan bagi kesepakatan perdagangan baru. Di sisi lain, pembicaraan dengan Taiwan dikabarkan hampir rampung karena kedua pihak telah mencapai "tingkat konsensus tertentu." Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, juga menyampaikan bahwa Trump telah memberitahunya soal tarif baru yang akan diumumkan hari Jumat. Anwar berharap kebijakan ini tidak terlalu membebani ekonomi Malaysia.

Salah satu kejutan terbesar datang dari sektor logam, saat Trump mengumumkan tarif baru untuk tembaga. Meskipun dikenakan tarif tinggi hingga 50%, beberapa bentuk tembaga yang paling sering diperdagangkan justru dibebaskan, yang menyebabkan harga tembaga di New York turun tajam ke rekor terendah. Langkah ini menambah ketidakpastian di pasar komoditas, yang selama ini bergantung pada sinyal stabil dari AS.

Gedung Putih telah menegaskan bahwa mulai 1 Agustus, negara-negara yang tidak memiliki perjanjian bilateral dengan AS akan menghadapi tarif balasan antara 15% hingga 50%, tergantung sektor dan produk. Trump menyebut kebijakan ini sebagai cara untuk menghidupkan kembali industri manufaktur AS, menambah pendapatan negara, dan meningkatkan posisi tawarnya dalam perundingan global. Namun, beberapa ekonom seperti Rob Subbaraman dari Nomura Holdings menilai langkah ini lebih banyak menimbulkan "kegaduhan" daripada kepastian nyata, meski mengakui bahwa Trump memang sering menepati ancamannya.(ayu)

Source: Newsmaker.id

 

 

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
GLOBAL

Trump Sindir Powell, Sebut Masa Jabatannya “Tak Akan Lama ...

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam kepada Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dengan menyebut bahwa m...

23 July 2025 07:38
BIAS23.com NM23 Ai