Rusia Membombardir Kyiv, Menentang Batas Waktu Gencatan Senjata Trump
1. Rusia Serang Kyiv Meski Ditekan Trump untuk Gencatan Senjata
Dalam aksi militer terbaru yang mengejutkan dunia, Rusia meluncurkan lebih dari 300 drone dan 8 rudal ke Ukraina pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Serangan ini terjadi meski Presiden AS Donald Trump telah menyerukan gencatan senjata dan memberi tenggat waktu hingga 8 Agustus kepada Presiden Vladimir Putin. Serangan besar-besaran ini secara langsung menantang tekanan dari Amerika Serikat.
2. Korban Tewas dan Luka Terus Bertambah di Kyiv
Serangan selama beberapa jam tersebut menghantam ibu kota Kyiv dan beberapa wilayah lain di tengah, timur, dan selatan Ukraina, menewaskan setidaknya enam orang, termasuk satu anak, dan melukai lebih dari 50 orang, menurut Tymur Tkachenko, Kepala Administrasi Militer Kyiv. Ia juga memperingatkan bahwa jumlah korban bisa terus bertambah karena hingga 10 orang diduga masih terjebak di bawah puing-puing.
3. Rudal Hancurkan Apartemen, Kebakaran Terjadi di Berbagai Titik
Salah satu rudal dilaporkan menghancurkan sebagian blok apartemen, menyebabkan kebakaran di beberapa titik di kota. Foto-foto kehancuran telah diunggah oleh pihak berwenang sebagai bukti brutalnya dampak serangan ini. Maryana Reva, juru bicara layanan penyelamatan darurat, mengatakan proses evakuasi dan penyelamatan masih terus berlangsung Kamis pagi.
4. Zelenskiy: Perdamaian Tak Mungkin Tanpa Kekuatan
Menanggapi serangan brutal ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Rusia telah menunjukkan dengan jelas "jawaban mereka terhadap keinginan dunia untuk perdamaian." Dalam unggahan di platform X, ia menegaskan bahwa perdamaian tidak bisa tercapai tanpa kekuatan dan tekanan nyata terhadap agresor, merujuk pada peran penting Amerika dan Eropa dalam mendukung Ukraina di tengah situasi yang semakin memburuk.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id