Minyak Rusia Bikin Rugi! India Dihantam Tarif Trump & Ancaman EU
Trump Kenakan Tarif 25% ke India karena Minyak Rusia
Presiden Donald Trump kembali mengejutkan pasar global dengan mengumumkan tarif impor 25% untuk semua barang dari India. Alasannya: India masih membeli minyak mentah dari Rusia. Langkah ini membuat industri kilang minyak India panik, apalagi mereka sangat bergantung pada pasokan energi murah dari Moskow selama beberapa tahun terakhir. India sendiri mengimpor lebih dari sepertiga minyak mentahnya dari Rusia.
Kilang India Berebut Sumber Baru
Sejumlah kilang besar seperti Indian Oil, Bharat Petroleum, dan Reliance Industries mulai mencari alternatif pasokan dari Timur Tengah dan Afrika. Tapi pengalihan ini diprediksi akan menaikkan biaya dan menurunkan margin keuntungan. Sementara itu, beberapa perusahaan sudah buru-buru mengeluarkan tender pembelian untuk pengiriman cepat, bahkan sebelum pengumuman resmi dari Trump muncul.
Harga Saham Kilang Turun, Ketidakpastian Meningkat
Pasar langsung merespons negatif. Saham perusahaan-perusahaan minyak besar di India anjlok: Indian Oil turun 3,2%, Bharat Petroleum 4,1%, Hindustan Petroleum 3,7%, dan Reliance Industries turun 2%. Para pelaku pasar dan perusahaan masih menunggu kejelasan dari pemerintah India soal kebijakan baru ini, apalagi Trump juga menyebut ada “denda” tambahan jika India tetap membeli minyak Rusia.
India Terjepit di Tengah Geopolitik dan Kenaikan Harga
Selain tekanan dari Amerika dan Uni Eropa, India juga menghadapi tantangan pasokan dari Rusia yang makin terbatas dan mahal. Vandana Hari dari Vanda Insights menyebut kondisi ini bisa terus bergejolak sampai 7 Agustus, kecuali ada langkah damai dari Presiden Putin di Ukraina. Dalam jangka pendek, India terpaksa berebut pasokan di pasar global dengan harga yang lebih tinggi, dan proses penyesuaian jalur pasokan bisa memakan waktu hingga 6 bulan.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id