• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

30 July 2025 17:09  |

Trump Perketat Asia & Rusia Sekaligus

India menghadapi tekanan baru dari Presiden AS Donald Trump, yang memberi sinyal akan memberlakukan tarif tinggi sebesar 20–25% atas ekspor India, meskipun sebelumnya menyebut negara itu sebagai "sahabat baik." Pernyataan ini muncul tak lama setelah Menteri Perdagangan India optimistis akan segera tercapai kesepakatan dengan AS. Namun, peluang itu tampaknya memudar di tengah keengganan historis India untuk membuka pasar domestiknya.

Kondisi ini mencemaskan negara-negara Asia lain seperti Korea Selatan dan Taiwan, yang juga tengah menanti kepastian perjanjian dagang dengan AS. Perdana Menteri India Narendra Modi—yang sempat dielu-elukan dalam acara “Howdy, Modi!”—kini dihadapkan pada kenyataan bahwa kepentingan geopolitik tidak menjamin kelonggaran tarif dari Trump. Taiwan bahkan menghadapi ancaman tarif hingga 32% dengan tenggat waktu negosiasi yang semakin dekat.

Selain Asia, situasi global semakin tegang. Trump memberi Rusia batas waktu 10 hari, hingga 8 Agustus, untuk menghentikan perang di Ukraina atau menghadapi sanksi sekunder baru yang menyasar pembeli ekspor Rusia, terutama di sektor energi. Namun, Kremlin menolak tuntutan ini, memunculkan kekhawatiran akan dampak besar terhadap pasar global dan keseimbangan kekuatan internasional.

Sementara itu, ketegangan regional juga meningkat. Thailand menuduh Kamboja melanggar gencatan senjata, dan pengamat internasional dikirim untuk memantau situasi. Di sisi lain, Somaliland secara terbuka menawarkan pangkalan militer bagi AS di Laut Merah, berharap dukungan geopolitik dapat membantu memperkuat klaimnya sebagai negara berdaulat. Ini menambah dinamika baru di kawasan sensitif yang juga menjadi target serangan kelompok Houthi.

Dalam perkembangan lain, dunia juga menghadapi tekanan domestik dan sosial. Dari krisis kemanusiaan di Gaza yang memburuk, hingga rencana Inggris mengakui Palestina jika perang tidak dihentikan. Australia berencana melarang YouTube bagi anak-anak di bawah 16 tahun, dan Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara (83), akan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan keempat pada Oktober. Semua ini menunjukkan dunia berada dalam titik ketegangan tinggi di berbagai lini.(ayu)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
GLOBAL

Trump Sindir Powell, Sebut Masa Jabatannya “Tak Akan Lama ...

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam kepada Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dengan menyebut bahwa m...

23 July 2025 07:38
BIAS23.com NM23 Ai