AS dan Tiongkok Masih Terus Melanjutkan Perundingan Hari ke 2
Pejabat tinggi dari Amerika Serikat dan Tiongkok memulai hari kedua perundingan di Stockholm pada Selasa, bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata tarif yang akan berakhir dalam dua minggu. Perundingan ini dianggap krusial karena menyangkut stabilitas hubungan dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia sekaligus menjaga keamanan ekonomi global.
Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent tiba di lokasi pertemuan sebelum pukul 10.30 pagi waktu setempat. Ini merupakan pertemuan ketiga mereka dalam waktu kurang dari tiga bulan. Agenda pembahasan mencakup berbagai isu penting seperti kontrol ekspor, perdagangan bahan kimia terlarang seperti fentanil, serta pembelian minyak dari negara yang dikenai sanksi seperti Rusia dan Iran oleh Tiongkok.
Tidak ada pernyataan resmi dari kedua pihak setelah hari pertama pertemuan pada Senin, menandakan bahwa pembahasan masih berjalan alot. Namun, Bessent sebelumnya mengatakan bahwa perundingan ini berpotensi menghasilkan perpanjangan gencatan senjata tarif yang saat ini berlaku. Ia menambahkan bahwa hubungan perdagangan AS-Tiongkok saat ini berada di jalur yang cukup baik.
Jika tercapai kesepakatan, hal ini dapat membuka jalan bagi pertemuan langsung antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping, kemungkinan besar di sela-sela pertemuan puncak internasional akhir tahun ini di Korea Selatan. Xi bahkan telah mengundang Trump dan ibu negara Melania untuk mengunjungi Tiongkok, meski belum ada tanggal yang ditetapkan secara resmi.
Sementara itu, dinamika politik juga memengaruhi perundingan ini. Presiden Taiwan, Lai Ching-te, membatalkan perjalanan luar negeri yang direncanakan minggu depan setelah AS tidak memberikan izin transit. Trump juga dikritik oleh sebagian pihak di Washington karena dianggap terlalu banyak mengalah dalam upaya mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Namun, bagi banyak pengamat, hasil dari pertemuan ini akan menjadi penentu arah hubungan ekonomi kedua negara ke depan.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id