Trump Desak Putin, Ultimatum Baru Gencatan Senjata 10 Hari
Presiden AS Donald Trump kembali menekan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan mempersingkat tenggat waktu gencatan senjata di Ukraina menjadi hanya 10–12 hari. Dalam pernyataannya di Skotlandia saat bertemu PM Inggris Keir Starmer, Trump mengatakan akan mengumumkan secara resmi tenggat baru tersebut segera. “Tak perlu menunggu jika kita sudah tahu jawabannya,” ujar Trump, mengungkapkan kekesalannya terhadap Putin yang terus mengabaikan seruan damai.
Sebelumnya, Trump memberi Rusia tenggat 50 hari hingga 2 September, namun ultimatum tersebut tidak berhasil menghentikan serangan Rusia ke Ukraina. Justru, serangan rudal dan drone terhadap kota-kota Ukraina terus meningkat. Kini, Trump mengancam akan memberlakukan sanksi sekunder yang akan berdampak tidak hanya pada Rusia, tapi juga negara lain yang masih membeli ekspor Rusia, seperti India dan Tiongkok.
Sanksi sekunder tersebut dapat mencakup tarif 100% atau bahkan lebih terhadap negara-negara yang membeli minyak Rusia, sebagai bentuk tekanan tidak langsung terhadap Moskow. Meski sedang mencoba menjalin kesepakatan dagang dengan India dan memperpanjang gencatan dagang dengan Tiongkok, Trump tetap bersikeras bahwa pembelian minyak Rusia hanya memperkuat ekonomi Moskow dan melemahkan tekanan sanksi internasional.
Trump sebelumnya menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebagai penghambat perdamaian, namun kini mulai menunjukkan frustrasi terhadap Putin. Meski Trump mengklaim memiliki hubungan baik dengan pemimpin Rusia tersebut, diplomasi yang dijalankan selama ini belum menunjukkan hasil, sementara Moskow masih bersikukuh dengan tuntutan teritorial.
Sementara itu, NATO dan sekutunya, termasuk Jerman, sedang mengupayakan tambahan sistem pertahanan udara Patriot untuk Ukraina. Di tengah gempuran serangan udara Rusia, perlindungan ini menjadi krusial bagi Kyiv. Namun hingga kini, belum ada kemajuan nyata dalam negosiasi damai sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id