Iran vs Israel Memanas! Serangan Balasan Bisa Terjadi Kapan Saja
Setelah perang singkat selama 12 hari pada awal tahun, ketegangan antara Israel dan Iran belum mereda. Saat ini, konflik mulai menunjukkan tanda-tanda eskalasi kembali, baik di medan militer maupun diplomatik. Berikut rangkuman terkini kondisi perang Israel vs Iran per 16 Juli 2025.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pihaknya melakukan serangan udara ke wilayah Bekaa Valley, Lebanon, yang diyakini sebagai markas logistik dan pelatihan milik Hezbollah, kelompok proksi Iran. Serangan ini disebut sebagai "pesan tegas" kepada Hezbollah agar tidak membangun kembali kekuatan militernya di perbatasan utara Israel.
Selain itu, Israel mengirim sinyal keras bahwa mereka siap kembali menyerang Iran langsung jika ada ancaman baru terhadap keamanannya. Pernyataan ini muncul pasca laporan bahwa Iran kembali mengaktifkan beberapa fasilitas nuklir bawah tanah.
Dari sisi Iran, pemerintah menyatakan tidak gentar terhadap tekanan militer Israel. Presiden Masoud Pezeshkian, yang dikenal sebagai tokoh moderat, mengupayakan diplomasi dengan negara-negara mitra seperti Cina dan Rusia melalui pertemuan di KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin.
Sementara itu, Fraksi hardliner di pemerintahan Iran mendesak respons militer terhadap setiap provokasi, termasuk potensi penutupan Selat Hormuz dan balasan atas dugaan sabotase Israel di fasilitas nuklir Arak.
Uni Eropa — khususnya Inggris, Jerman, dan Prancis — memberikan batas waktu hingga akhir Agustus 2025 kepada Iran untuk menunjukkan kemajuan dalam negosiasi nuklir, atau mereka akan mengaktifkan mekanisme snapback yang akan memulihkan sanksi penuh PBB terhadap Teheran.
Iran menanggapi ultimatum ini dengan hati-hati, menyatakan siap bernegosiasi dengan AS tetapi menuntut jaminan keamanan terhadap fasilitas sipilnya, termasuk instalasi nuklir.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id