• Fri, May 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 May 2026 03:22  |

Trump Pertahankan Blokade Iran, Pasar Reprice Risiko Hormuz

Presiden AS Donald Trump menegaskan akan mempertahankan blokade laut atas pelabuhan-pelabuhan Iran, meski harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi selama perang di tengah kekhawatiran Selat Hormuz tidak akan dibuka dalam waktu dekat. “Ekonomi mereka sedang jatuh, blokade ini luar biasa,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Kamis (30/4), seraya menilai tekanan ekonomi akan menentukan seberapa lama Teheran bertahan.

Pergerakan harga minyak tetap volatil. Kontrak Brent sempat naik hingga US$126 per barel sebelum berbalik melemah ke sekitar US$114, dan masih naik lebih dari 8% pekan ini. Pasar menilai kebuntuan Washington–Teheran mempertahankan premi risiko karena arus minyak dan gas melalui Hormuz tetap terganggu, sementara blokade AS dan pembatasan Iran membuat lalu lintas energi sulit kembali normal. Kanal transmisi pasar utamanya tetap sama: pasokan tersendat memperketat kondisi fisik, mendorong harga energi, lalu meningkatkan risiko inflasi.

Tekanan politik domestik juga mulai menguat di AS. Harga bensin ritel disebut naik tajam di sejumlah wilayah, dengan rata-rata nasional mencetak level tertinggi baru dan harga di California melampaui US$6 per galon. Trump mengatakan harga bensin akan turun cepat “begitu perang berakhir,” namun pasar masih menilai jalur menuju de-eskalasi belum jelas.

Dari Teheran, pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan langka yang memperkecil peluang kesepakatan cepat. Ia menegaskan Iran tidak akan menyerahkan teknologi nuklir atau misil, sekaligus mengisyaratkan Teheran tetap ingin memegang kendali atas Selat Hormuz. Iran juga menyatakan tidak akan membuka selat untuk kapal komersial selama blokade AS masih berlaku, sementara pasar menunggu seberapa lama Iran dapat bertahan sebelum keterbatasan penyimpanan minyak memaksa penyesuaian produksi. Tanda tekanan ekonomi disebut muncul lewat pelemahan mata uang ke level terendah baru.

Di sisi AS, Axios melaporkan para komandan militer akan memberi pengarahan kepada Trump mengenai opsi langkah berikutnya, termasuk rencana serangan singkat untuk memecah kebuntuan negosiasi. Analis Bloomberg Economics menilai pertanyaannya bukan lagi apakah eskalasi terjadi, melainkan kapan dan seperti apa bentuknya, dengan jendela risiko yang dinilai bisa muncul dalam dua pekan ke depan.

Pasar kini memantau tiga variabel utama: arah kebijakan blokade AS dan respons Iran terkait pembukaan Hormuz, sinyal lanjutan opsi militer Washington, serta dampak lanjutan harga energi pada inflasi dan tekanan politik domestik di AS.(Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai