• Fri, Apr 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 April 2026 03:27  |

AS–Iran Saling Kunci Hormuz, Premi Risiko Energi Bertahan Saat Talk Tertahan

Amerika Serikat dan Iran saling berebut kendali Selat Hormuz setelah putaran baru pembicaraan damai gagal terlaksana, dengan kedua pihak membatasi jalur pelayaran untuk menambah daya tawar di tengah perpanjangan gencatan senjata. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata 7 April akan diperpanjang tanpa batas sambil menunggu Iran mengajukan proposal perdamaian baru, namun Teheran menyatakan belum berencana segera kembali bernegosiasi. Gedung Putih menegaskan presiden belum menetapkan tenggat pasti untuk menerima proposal Iran.

Di lapangan, tensi maritim meningkat ketika Iran menyita dua kapal kargo di Hormuz dan ada laporan tembakan terhadap kapal komersial di area selat. Iran menyebut penyitaan dilakukan karena kapal melintas tanpa izin yang diperlukan, sementara pihak pemantau keamanan maritim Inggris melaporkan insiden serangan terhadap kapal di kawasan tersebut. Di sisi lain, AS mempertahankan blokade laut terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, dan militer AS menyebut telah mengalihkan puluhan kapal sejak blokade diberlakukan. Ketegangan ini mengikis keyakinan pemulihan cepat arus energi melalui Hormuz.

Dampaknya tercermin pada harga energi. Brent kembali menguat di atas US$101 per barel, sementara pasar fisik tetap menandakan keketatan pasokan jangka pendek dengan Dated Brent berada di atas US$107 per barel. Kenaikan energi ikut mendorong harga bensin AS ke level tertinggi hampir empat tahun, memperbesar sensitivitas politik dan meningkatkan risiko inflasi yang dapat menahan ruang pelonggaran suku bunga.

Pasar kini menunggu apakah Iran akan mengajukan proposal yang diminta Washington, apakah parameter blokade akan berubah, serta apakah mediator mampu menjadwalkan kembali pertemuan dalam beberapa hari ke depan. Variabel yang paling menentukan adalah keamanan pelayaran di Hormuz (termasuk ranjau dan insiden penembakan), volume kapal yang benar-benar bisa melintas, serta respons harga minyak fisik yang menjadi barometer keketatan pasokan jangka pendek.(Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai