• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

26 December 2025 14:28  |

Serangan AS Terhadap ISIS Picu Lonjakan Emas dan Minyak!

Serangan militer AS terhadap kelompok ISIS di Nigeria terjadi sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman dari kelompok militan tersebut yang menyasar warga sipil, khususnya masyarakat Kristen di wilayah Nigeria Barat Laut. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan ini melalui unggahan media sosial pada akhir Desember 2025, menyebutnya sebagai serangan yang kuat dan mematikan terhadap kelompok ISIS yang telah mengancam stabilitas di kawasan tersebut.

Serangan ini dilancarkan setelah laporan yang mengindikasikan bahwa ISIS telah melakukan sejumlah serangan terhadap komunitas Kristen di Nigeria, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan ketegangan sosial. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa tindakan AS ini adalah bagian dari komitmen untuk menanggapi kekerasan yang terus berlanjut dan untuk melindungi warga sipil yang menjadi korban. Trump juga memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak serangan jika ISIS tidak menghentikan serangannya terhadap masyarakat Kristen di Nigeria dan di tempat lain.

Penting untuk dicatat bahwa serangan ini dilakukan di tengah ketegangan geopolitik global yang meningkat, dengan AS juga terlibat dalam berbagai operasi militer di wilayah Timur Tengah dan Afrika. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengisyaratkan bahwa lebih banyak operasi militer akan dilanjutkan jika ancaman dari kelompok teroris seperti ISIS terus berkembang.

Ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama terkait serangan militer AS terhadap ISIS di Nigeria, memberikan dampak signifikan terhadap pasar logam mulia dan komoditas energi. Ketidakpastian dan ketegangan global biasanya meningkatkan permintaan emas dan perak sebagai aset aman, mendorong harga kedua logam mulia ini naik tajam. Sementara itu, harga minyak juga cenderung melonjak karena kekhawatiran akan gangguan pasokan, khususnya jika ketegangan berlanjut di wilayah yang kaya sumber daya energi seperti Timur Tengah dan Afrika. Di sisi lain, dolar AS dapat tertekan di tengah-tengahnya, meskipun statusnya sebagai mata uang cadangan global membuatnya tetap dicari di saat krisis. Akibatnya, pasar keuangan cenderung berfluktuasi, dengan investor mengalihkan perhatian mereka ke aset yang lebih aman, seperti emas dan perak, serta menghindari risiko lebih besar di pasar minyak dan dolar.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai