Trump “Blokade” Tanker Venezuela, Minyak Langsung Mantul
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memerintahkan blokade total untuk semua kapal tanker minyak yang terkena sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela. Langkah ini memperkeras tekanan ke pemerintahan Nicolas Maduro, di tengah kabar peningkatan aktivitas militer AS di kawasan dan ancaman tindakan yang lebih agresif.
Trump juga menyatakan rezim Maduro sebagai “organisasi teroris asing” dan menuduh Caracas menggunakan minyak untuk memuat kejahatan seperti narkoba, perdagangan manusia, hingga penipuanan. Kebijakan ini muncul setelah AS sebelumnya menyita sebuah kapal tanker bersanksi di lepas pantai Venezuela, dan memicu beberapa kapal yang sempat menuju Venezuela berbalik arah.
Pasar minyak langsung bereaksi. Setelah sempat jatuh beberapa sesi terakhir, WTI naik lagi ke atas $56 karena trader menghitung risiko gangguan pasokan jika blokade benar-benar efektif dan pengiriman semakin tersendat. Artinya, meski tren besar minyak lagi ditekan oleh isu kelebihan pasokan, headline Venezuela bisa jadi pemicu pantulan jangka pendek.
Di negeri Venezuela, tekanan ini sangat berat karena perekonomian mereka sangat bergantung pada dolar dari penjualan minyak. Pemerintah Maduro menilai tindakan AS sebagai upaya “hanya” cadangan minyak, sementara perusahaan minyak negara PDVSA masih bekerja sama dengan beberapa mitra internasional—termasuk perusahaan AS—melalui skema lisensi yang memungkinkan sebagian operasi tetap berjalan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id