Data Ketenagakerjaan Inggris Beri Sinyal Campuran
Pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan kondisi yang lebih baik dari perkiraan sejak perang Iran dimulai, meski tanda perlambatan masih terlihat. Data Office for National Statistics menunjukkan pada hari Kamis (17/6) jumlah pekerja dalam payroll naik 2.000 pada Mei, lebih baik dibandingkan ekspektasi penurunan 23.000. Penurunan April juga direvisi menjadi 53.000 dari estimasi awal 100.000, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,9% dalam tiga bulan hingga April.
Meski data utama lebih kuat dari perkiraan, permintaan tenaga kerja tetap lemah. Lowongan pekerjaan turun ke 707.000 dalam tiga bulan hingga Mei, level terendah sejak awal 2021. Pertumbuhan upah sektor swasta juga melambat ke 2,9%, terendah sejak 2020, sementara pertumbuhan upah riil hanya bertahan di 0,3%.
Kondisi ini memberi sinyal campuran bagi Bank of England. Di satu sisi, pasar tenaga kerja tidak melemah secepat yang dikhawatirkan setelah guncangan energi dari konflik Timur Tengah. Namun, perusahaan masih berhati-hati dalam merekrut pekerja, dengan data payroll menunjukkan 64.000 pekerjaan hilang sejak perang Iran dimulai.
Bagi kebijakan moneter, perlambatan upah menjadi faktor penting. Jika pertumbuhan gaji melemah, tekanan inflasi dari sisi permintaan dapat lebih terkendali, sehingga mengurangi kebutuhan BoE untuk menaikkan suku bunga. Data ini juga muncul setelah inflasi Inggris lebih rendah dari perkiraan dan harga energi global turun setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata untuk membuka kembali Selat Hormuz.
BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga di 3,75% dalam keputusan terbaru. Pasar masih memperhitungkan sekitar 33 basis poin pengetatan hingga akhir tahun, tetapi argumen untuk kenaikan suku bunga pekan ini terlihat semakin lemah karena inflasi, upah, dan permintaan tenaga kerja mulai menunjukkan tanda pendinginan.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada keputusan BoE, komposisi suara Monetary Policy Committee, serta komentar bank sentral mengenai inflasi dan pasar tenaga kerja. Selama pertumbuhan upah sektor swasta terus melambat, ruang BoE untuk menahan suku bunga dapat tetap terbuka meski inflasi belum sepenuhnya kembali ke target. (arl)
Sumber : Newsmaker.id