Retail Sales Inggris Turun 0,4%, Konsumen Mulai Mengencang
Penjualan ritel Inggris turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada Februari, mengindikasikan konsumen mulai menahan belanja bahkan sebelum perang Iran memperburuk prospek ekonomi Inggris. ONS melaporkan volume penjualan barang secara total—baik online maupun di toko—turun 0,4%, berbalik dari lonjakan bulan sebelumnya yang direvisi menjadi 2%. Penurunan ini lebih ringan dari perkiraan ekonom -0,7%, tetapi tetap menandai pelemahan awal memasuki periode ketidakpastian.
ata ini muncul ketika risiko energi diperkirakan meningkatkan tekanan inflasi dan menekan konsumsi. Ekonom telah menurunkan proyeksi pertumbuhan di tengah konflik Timur Tengah, sementara Bank of England menilai guncangan harga bensin akan cepat masuk ke inflasi Inggris. Rumah tangga juga menghadapi potensi kenaikan tagihan listrik dan gas saat penyesuaian energy price cap pada musim panas.
Survei GfK yang dirilis Jumat menunjukkan rumah tangga cenderung meningkatkan tabungan dan menunda pembelian bernilai besar untuk meredam dampak shock energi. Terpisah, British Retail Consortium menyebut kekhawatiran inflasi mendorong sentimen ke level terendah pada Maret sejak pemerintahan Partai Buruh di bawah Perdana Menteri Keir Starmer. (asd)
Sumber : Newsmaker.id