PMI AS Turun Lagi, Services Melemah, Manufaktur Lebih Tahan
Aktivitas bisnis sektor swasta Amerika Serikat melemah pada Maret 2026, tercermin dari flash S&P Global US Composite PMI yang turun ke 51,4 dari 51,9 pada Februari. Ini menjadi level terendah sejak April tahun lalu dan menandai bulan kedua berturut-turut perlambatan pertumbuhan. Meski masih berada di atas ambang 50 (yang menandakan ekspansi), data tersebut mengarah pada kinerja kuartalan terlemah sejak akhir 2023.
S&P Global mencatat perlambatan terutama terjadi karena pesanan baru melemah dan harga melonjak menyusul perang di Timur Tengah. Aktivitas bisnis turun ke titik terendah 11 bulan, memperlihatkan bahwa dampak konflik mulai merembes ke sentimen, permintaan, dan biaya operasional, terutama melalui jalur energi dan rantai pasok.
Perlambatan terutama dipimpin oleh sektor jasa, sementara manufaktur menunjukkan ketahanan relatif dengan output dan pertumbuhan pesanan yang lebih kuat. S&P Global menyebut manufaktur juga terbantu oleh meredanya kekhawatiran terkait tarif, yang membantu sebagian perusahaan menjaga aktivitas produksi meski lingkungan makro memburuk.
Namun dari sisi keyakinan, kepercayaan sektor swasta melemah, dan ini berujung pada penurunan lapangan kerja pertama kali dalam lebih dari setahun. Sinyal ini penting karena menandakan perusahaan mulai lebih defensif, seiring ketidakpastian meningkat dan beban biaya naik.
Tekanan harga menjadi sorotan utama. Biaya input naik tajam dan mendorong kenaikan harga jual tercepat sejak Agustus 2022, yang sebagian besar dikaitkan dengan kenaikan biaya energi dan pasokan yang lebih ketat. Di sektor manufaktur, waktu pengiriman (delivery times) juga memanjang secara signifikan—menggambarkan gangguan logistik yang bisa menambah tekanan biaya dan memperpanjang efek inflasi.(yds)
Sumber: newsmaker.id