Inflasi China Ngebut Lagi, Tapi Harga Bulanan Malah Turun?
China mencatat kenaikan harga konsumen (CPI) sebesar 0,7% yoy pada November 2025. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% di Oktober. Ini juga menjadi bulan kedua berturut-turut inflasi positif dan sekaligus laju kenaikan tercepat sejak Februari 2024, menandakan tekanan harga mulai terasa lagi di level konsumen.
Menariknya, kalau dilihat dari bulan ke bulan (m/m), harga konsumen justru turun 0,1% di November. Hasil ini berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2%, dan membalikkan posisi Oktober yang masih mencatat kenaikan. Penurunan ini juga menjadi yang pertama dalam lima bulan terakhir, memberi sinyal bahwa permintaan domestik belum benar-benar kuat.
Kombinasi inflasi tahunan yang menguat, tapi inflasi bulanan yang melemah, menunjukkan situasi yang cukup campuran. Di satu sisi, tren jangka menengah mulai berbalik dari risiko deflasi menuju inflasi yang lebih normal. Di sisi lain, pelemahan harga bulanan mengisyaratkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas belanja masih belum stabil.
Bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan, data ini akan menjadi bahan pertimbangan penting. Jika inflasi tahunan terus naik tapi permintaan tetap lesu, bank sentral dan pemerintah China bisa saja tetap mempertahankan atau menambah stimulus terarah untuk mendorong pertumbuhan, sambil tetap waspada agar kenaikan harga tidak bergerak terlalu cepat ke depan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id