Dari QE ke QT: Dua Senjata Rahasia The Fed yang Menggerakkan Dunia Keuangan”
Di balik setiap gejolak pasar, penguatan dolar, atau kenaikan harga emas, ada dua istilah penting yang kerap menjadi sorotan pelaku pasar global: Quantitative Easing (QE) dan Quantitative Tightening (QT). Keduanya adalah kebijakan moneter utama yang digunakan bank sentral, khususnya The Federal Reserve (The Fed), untuk menjaga keseimbangan ekonomi Amerika Serikat sekaligus memengaruhi arah pasar dunia.
Quantitative Easing (QE): Saat The Fed Mencetak Uang Digital
Kebijakan Quantitative Easing dilakukan ketika ekonomi melambat atau menghadapi resesi. Dalam situasi ini, The Fed akan mencetak uang digital dan menggunakannya untuk membeli aset keuangan seperti obligasi pemerintah atau surat utang korporasi dari pasar.
Tujuannya adalah meningkatkan likuiditas, menurunkan suku bunga jangka panjang, dan mendorong kredit serta konsumsi masyarakat. Dengan uang yang lebih banyak beredar, dunia usaha lebih mudah mendapat pembiayaan, sementara investor cenderung beralih ke aset berisiko seperti saham dan emas.
Kebijakan QE sempat diterapkan besar-besaran pada masa pandemi COVID-19, ketika The Fed menyuntikkan triliunan dolar ke pasar demi menahan krisis. Hasilnya, ekonomi AS cepat pulih — namun efek sampingnya adalah inflasi yang melonjak tajam pada tahun-tahun berikutnya.
Quantitative Tightening (QT): Waktu The Fed Menarik Kembali Uangnya
Berbeda dengan QE, Quantitative Tightening (QT) adalah kebijakan yang dilakukan untuk mengurangi jumlah uang beredar. Caranya, The Fed menjual kembali aset yang sebelumnya dibeli atau membiarkan obligasi yang dimilikinya jatuh tempo tanpa diperpanjang.
Tujuannya adalah untuk menekan inflasi dan menormalkan neraca keuangan setelah periode ekspansi besar. Namun, kebijakan ini seringkali menimbulkan gejolak di pasar, karena likuiditas berkurang, suku bunga naik, dan investor cenderung menahan diri dari aset berisiko.
Dampaknya langsung terasa di pasar global: harga emas dan saham cenderung melemah, sementara dolar AS justru menguat karena berkurangnya pasokan uang di sistem keuangan.
Dua Kebijakan yang Saling Mengimbangi
QE dan QT ibarat dua sisi mata uang dalam kebijakan moneter modern. QE dilakukan untuk mendorong pertumbuhan, sedangkan QT diterapkan untuk menjaga stabilitas harga. Keduanya berpengaruh besar pada pergerakan pasar komoditas, saham, dan nilai tukar di seluruh dunia.
Saat ini, para analis memperkirakan The Fed akan terus berhati-hati dalam menyeimbangkan antara pelonggaran dan pengetatan, terutama di tengah ancaman shutdown pemerintahan AS, perlambatan global, dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Dengan kata lain, setiap kali The Fed berbicara tentang QE atau QT, dunia pun ikut bergerak — termasuk harga emas, dolar, hingga aset kripto.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id