Apakah Pemangkasan Suku Bunga Masih Dukung Pergerakan Emas ?
Harga emas dunia sedikit menguat naik pada perdagangan Jumat (19/9), didorong oleh kombinasi sentimen fundamental dan teknikal yang positif. Pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menjadi pendorong utama penguatan logam mulia ini walaupun sebelumnya komentar hawkish dari Jerome Powel sempat membawa logam ini koreksi.
Dari sisi fundamental, The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam rapat terbarunya, sekaligus memberi sinyal bahwa kebijakan pelonggaran moneter kemungkinan berlanjut hingga akhir tahun. Langkah ini menurunkan biaya peluang memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik aset safe haven tersebut.
“Ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut membuat investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas,” ujar analis komoditas yang dikutip Reuters.
Permintaan emas dari bank sentral global juga terus mendukung kenaikan harga. Deutsche Bank bahkan baru-baru ini menaikkan proyeksi harga emas 2026 mendekati US$4.000 per troy ounce, mencerminkan prospek jangka panjang yang bullish.
Dari sisi teknikal, tren jangka menengah emas masih berada di jalur bullish. Harga saat ini bergerak di sekitar US$3.650 per troy ounce, mendekati level psikologis US$3.700. Level support terdekat berada di kisaran US$3.620, sedangkan resistance berada di area US$3.680–3.700. Jika harga mampu menembus level tersebut dengan volume tinggi, potensi kenaikan menuju US$3.720–3.750 terbuka lebar.
Indikator teknikal seperti Moving Average 20-hari dan RSI mendukung bias kenaikan, meskipun terdapat kemungkinan koreksi teknis jangka pendek apabila investor melakukan aksi ambil untung.
Secara keseluruhan, prospek harga emas hari ini tetap positif selama harga bertahan di atas level support utama. Pelaku pasar disarankan tetap mencermati data ekonomi AS berikutnya, termasuk inflasi dan tenaga kerja, yang dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed dan pergerakan harga emas ke depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id