Harga Emas Turun Meski The Fed Turunkan Suku Bunga, Ini Penyebabnya!
Harga emas dunia justru mengalami tekanan setelah Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuannya. Kondisi ini membuat sebagian investor bertanya-tanya, mengingat secara teori suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung kenaikan logam mulia.
Analis menjelaskan bahwa penurunan harga emas terjadi karena sejumlah faktor fundamental. Pertama, keputusan pemangkasan sudah diantisipasi pasar sejak lama. Reli emas dalam beberapa pekan terakhir membuat investor memilih aksi ambil untung ketika pengumuman akhirnya keluar sesuai ekspektasi.
Selain itu, nada hati-hati dari Ketua The Fed Jerome Powell juga menekan sentimen. Powell menegaskan bahwa langkah kali ini bukan awal dari siklus panjang pemangkasan suku bunga, sehingga ekspektasi terhadap penurunan lanjutan berkurang. Pernyataan itu mendorong imbal hasil obligasi naik dan dolar AS menguat, dua faktor yang biasanya menjadi beban bagi emas.
Sentimen risk-on turut memengaruhi pergerakan. Pasar melihat pemangkasan suku bunga sebagai sinyal positif bagi prospek pertumbuhan ekonomi, sehingga investor beralih ke aset berisiko seperti saham. Akibatnya, minat terhadap aset safe haven seperti emas menurun.
“Tekanan pada emas kali ini lebih banyak dipicu oleh psikologi pasar. Meski pemangkasan suku bunga seharusnya positif, aksi profit taking, penguatan dolar, serta nada hawkish The Fed membuat harga justru terkoreksi,” ujar seorang analis komoditas.
Harga emas (XAU/USD) bergerak terkoreksi setelah sempat mencetak rekor di sekitar $3.700. Saat ini emas sedang menguji support penting di kisaran $3.660-$3.645, di mana indikator teknikal seperti moving average jangka pendek memberi dukungan. Namun momentum mulai melemah setelah kondisi overbought, sehingga bila support ini ditembus, harga berpotensi turun lebih jauh ke area $3.620-$3.600. Sebaliknya, jika mampu bertahan dan rebound dari support, emas berpeluang kembali menguji resistance $3.700-$3.720 sebagai target kenaikan jangka pendek.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data inflasi dan komentar pejabat The Fed untuk mengukur arah kebijakan selanjutnya. Jika ekspektasi pemangkasan tambahan kembali menguat, emas berpotensi mendapatkan dukungan, namun untuk sementara harga masih rentan terhadap tekanan jual.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id