Risk-On Geopolitik Angkat Minyak
Harga minyak bergerak naik setelah pasar mempertimbangkan risiko pasokan menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait Ukraina. Brent diperdagangkan sekitar $65,8–66/barel dan WTI di kisaran $62,8/barel, ditopang kekhawatiran sanksi baru AS terhadap ekspor Rusia yang menambah risk premium. Namun reli tertahan oleh sinyal fundamental yang rapuh: IEA kembali memperkirakan kelebihan pasokan hingga 2025–2026 setelah proyeksi suplai dinaikkan, sementara stok minyak mentah AS justru naik 3 juta barel pada pekan lalu. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan memberi penyangga sentimen, tetapi belum cukup mengimbangi prospek surplus.
Secara teknikal, Brent masih bertahan di atas area $65, dengan resistensi terdekat di $66–67; penutupan harian di atas rentang ini membuka ruang menuju $68. Di sisi bawah, $65 menjadi penopang awal sebelum $63,7–63,8 sebagai support kunci berikutnya.
Harga minyak saat berita ini ditulis berada pada level $65.88/Toz.
- Beli jika harga bergerak ke sekitar $65.93
- Jual jika harga bergerak sekitar $65.83
Resistensi 2: $66.12
Resistensi 1 : $65.97
Support 1 : $65.78
Support 2: $65.63
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini analisis hanya dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam bertransaksi sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: Newsmaker.id