Brent Menguat, Gangguan Saudi dan Hormuz Hidupkan Lagi Premi Risiko
Harga minyak Brent menguat pada Jumat(10/4), didorong kekhawatiran baru atas pasokan setelah Arab Saudi melaporkan serangan ke fasilitas energi yang memangkas kapasitas produksi, sementara lalu lintas tanker di Selat Hormuz masih macet. Brent naik 96 sen (1%) ke $96,88 per barel pada 06.04 GMT, meski masih menuju penurunan mingguan sekitar 11% setelah koreksi tajam pasca pengumuman gencatan senjata AS–Iran.
Dukungan utama datang dari sisi pasokan: kantor berita negara Saudi menyebut kapasitas produksi turun sekitar 600.000 barel per hari dan throughput pipa East–West berkurang sekitar 700.000 bph, mengganggu jalur ekspor alternatif ketika Hormuz belum pulih. Di saat yang sama, data pelayaran menunjukkan arus kapal di Hormuz masih jauh di bawah normal, menjaga pasar sensitif terhadap risiko gangguan lanjutan dan mendorong pelaku pasar mengembalikan sebagian premi geopolitik ke harga. (gn)
Harga minyak pada saat analisis ini di rilis berada pada level : $ 98.01
- Beli jika harga bergerak di bawah $ 98.29
- Jual jika harga bergerak di bawah $ 97.49
Resistensi 2: $ 99.37
Resistensi 1: $ 98.57
Support 1: $ 96.97
Support 2: $ 96.17
Perhatian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id