Gencatan Senjata Rapuh, Emas Bertahan
Harga emas bergerak stabil di dekat level rekor pada perdagangan terbaru, dengan spot gold berada di kisaran US$4.712 per ons pada Kamis (9/04), setelah mencatat penguatan dalam dua sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi ketika pelaku pasar menimbang peluang jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh dan rawan gangguan. Gedung Putih menyatakan pembicaraan langsung dengan Iran akan digelar, namun di saat yang sama Teheran menuding adanya pelanggaran gencatan senjata menyusul serangan Israel di Lebanon serta masih berlanjutnya ketegangan di kawasan Teluk. Situasi ini membuat pasar tetap berhati-hati karena konflik Timur Tengah belum sepenuhnya mereda dan masih berpotensi memicu gejolak lanjutan pada aset safe haven seperti emas.
Dari sisi mengapa dan bagaimana, stabilnya harga emas ditopang oleh pelemahan dolar AS, gejolak pasar energi, serta kekhawatiran bahwa konflik yang berlanjut dapat mendorong inflasi tetap tinggi. Selat Hormuz yang masih sebagian terhambat ikut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global, sementara minyak mencoba bangkit setelah penurunan tajam sebelumnya. Meski demikian, kenaikan emas juga belum sepenuhnya agresif karena sebagian investor memanfaatkan logam mulia sebagai sumber likuiditas untuk menutup kerugian di aset lain. Selain itu, risiko inflasi yang meningkat akibat perang dapat membuat bank sentral menunda penurunan suku bunga, yang pada akhirnya menjadi faktor penahan bagi laju emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. (asd)
Harga Emas pada Saat Analisis Ini Dirilis adalah $4.712
- Beli jika harga bergerak ke $4.731
- Jual jika harga bergerak ke $4.694
Resistensi 2: $4.751
Resistensi 1: $4.788
Dukungan 1: $4.677
Dukungan 2: $4.640
Penafian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id