Emas Berhenti Turun, Fokus ke Iran dan Arah Suku Bunga
Emas bertahan stabil di kisaran US$4.653/ons setelah terkoreksi lebih dari 2% dalam dua sesi, seiring pasar mencerna ultimatum Trump kepada Iran hingga Selasa (7/04) pukul 20.00 ET dan meningkatnya risiko eskalasi yang berpotensi memperpanjang gangguan pasokan energi. Ketidakpastian seputar Selat Hormuz menjaga permintaan defensif tetap ada, meski penguatan terbatas karena investor juga mempertimbangkan dinamika suku bunga dan pergerakan dolar.
Dari sisi makro, guncangan pasokan energi memperbesar risiko inflasi bertahan tinggi, yang dapat menunda pemangkasan suku bunga bank sentral; ekspektasi pasar menilai The Fed cenderung menahan suku bunga hingga akhir tahun, kondisi yang secara struktural menekan emas karena tidak berimbal hasil. Namun tanda perlambatan aktivitas, termasuk jasa AS yang melambat dan harga input meningkat, memberi bantalan melalui kanal risiko pertumbuhan; meski begitu, emas masih turun sekitar 12% sejak akhir Februari akibat likuidasi posisi, dengan pergerakan yang cenderung berlawanan arah saat minyak kembali menguat.
Harga Emas pada Saat Analisis Ini Dirilis adalah $4,653
- Beli jika harga bergerak ke $4.669
- Jual jika harga bergerak ke $4.632
Resistensi 2: $4.685
Resistensi 1: $4.722
Dukungan 1: $4.611
Dukungan 2: $4.574
Penafian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun. (asd)
Sumber: Newsmaker.id