Brent Ngegas: Ini Baru Awal atau?
Pasar minyak lagi masuk fase ekstrem yang didorong oleh berita utama. Brent yang sempat melonjak hingga +13% ke atas US$82/barel membuat pelaku pasar mulai “pricing in” risiko gangguan pasokan yang lebih lama, terutama karena arus kapal tanker di Selat Hormuz praktis tersendat. Meski Iran bilang jalur tetap terbuka, laporan serangan ke beberapa tanker dan status “zona peringatan maritim” membuat pemilik kapal cenderung menahan kapal dan ini berbahaya karena sekitar seperlima pasokan minyak & LNG dunia biasanya lewat jalur itu.
Dari sisi proyeksi, Citigroup menaikkan target jangka pendek Brent +US$15 menjadi US$85, dengan kisaran US$80–90 untuk pekan ini selama risiko infrastruktur energi dan gangguan arus Hormuz masih tinggi. Skenario dasar mereka: konflik berakhir dalam 1–2 minggu jika ada perubahan kepemimpinan Iran atau AS memilih de-eskalasi; tapi kalau infrastruktur minyak regional benar-benar kena, Citi melihat potensi diputar hingga US$120/barel (probabilitas sekitar 20%).(asd)
Harga minyak pada saat analisis ini adalah $76.72
- Beli jika harga bergerak di bawah $77.25
- Jual jika harga bergerak di bawah $76.12
Resistensi 2: $77.82
Resistensi 1: $77.50
Dukungan 1: $76.00
Dukungan 2: $75.68
Penafian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id