Pasokan Melimpah, Brent Masih Bisa Turun?
Harga Brent masih tertekan dan mengarah ke penurunan mingguan kedua, karena pasar lebih fokus pada risiko oversupply ketimbang potensi gangguan pasokan. Brent bergerak di bawah $60/barel (turun sekitar >2% dalam sepekan), sementara WTI bertahan di sekitar $56/barel-menggambarkan sentimen “pasokan kebanyakan, permintaan belum cukup kuat.”
Kekhawatiran utama datang dari pandangan para pedagang besar bahwa pasar berpotensi surplus pada awal 2026, bahkan Trafigura memperkirakan Brent bisa bertahan di kisaran $50-an hingga pertengahan 2026 jika tidak ada gangguan besar atau pemangkasan produksi yang signifikan. Risiko geopolitik (Rusia-Ukraina, Venezuela) memang bisa menahan penurunan, tetapi sejauh ini belum cukup mengalahkan “narasi glut”; ditambah lagi, menjelang libur akhir tahun, volume transaksi menipis sehingga pergerakan harga bisa lebih volatile. (az)
Harga minyak pada saat analisis ini dilakukan adalah $59.39
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $59.49
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $59.29
Resistance 2: $59.69
Resistance 1: $59.59
Support 1: $59.19
Support 2: $59.09
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id