Saham Asia Dibuka Turun, AS Beri Tekanan pada Tiongkok
Saham Asia mengawali perdagangan dengan sentimen risk-off pada hari Selasa (25/2) setelah langkah Presiden AS Donald Trump untuk mengekang investasi Tiongkok dan memberlakukan tarif pada Kanada dan Meksiko mendorong investor untuk memangkas posisi. Penurunan saham AS di akhir perdagangan juga menekan sentimen.
Saham di Australia dan Jepang dibuka lebih rendah sementara futures menunjukkan penurunan 2% di Hong Kong. Indeks saham Tiongkok di AS mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari empat bulan setelah American Depositary Receipt milik Alibaba Group Holding Ltd. ditutup turun 10%, penurunan terbesar sejak Oktober 2022. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 4,4% pada awal perdagangan Asia sementara emas menyentuh rekor pada hari Senin.
Sentimen di pasar yang lebih luas memburuk setelah Trump mengeluarkan memorandum yang memerintahkan komite pemerintah utama untuk mengekang pengeluaran Tiongkok pada sektor teknologi, energi, dan sektor strategis Amerika lainnya. Hal itu mengancam akan membatalkan reli saham teknologi Tiongkok setelah optimisme atas DeepSeek dan pertemuan Presiden Xi Jinping dengan para pemimpin perusahaan termasuk Jack Ma dari Alibaba, telah mengirim tolok ukur utama ke level tertinggi dalam tiga tahun.
Untuk Saham
Kontrak berjangka S&P 500 sedikit berubah pada pukul 9:15 pagi waktu Tokyo
Kontrak berjangka Hang Seng turun 2,2%.
Indeks Topix Jepang turun 0,6%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,9%.
Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 turun 0,3%.(yds)
Sumber: Bloomberg