Saham AS Merosot Pasca Payroll yang Kuat
Saham AS anjlok tajam pada hari Jumat (10/1), pasca laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran tentang laju penurunan suku bunga yang lebih lambat pada tahun 2025.
Pada pukul 09:35 waktu timur AS (14:35 GMT), Dow Jones Industrial Average turun 335 poin, atau 0,8%, S&P 500 turun 50 poin, atau 0,8%, dan NASDAQ Composite turun 205 poin, atau 1,1%.
Indeks Wall Street mengalami awal yang tidak menentu pada tahun 2025, karena sinyal hawkish dari Federal Reserve dan ketidakpastian atas kebijakan Presiden terpilih Donald Trump membebani selera risiko.
Sementara perekonomian AS secara tak terduga menambah lebih banyak pekerjaan pada bulan Desember dibandingkan bulan sebelumnya, menurut laporan bulanan yang dapat menjadi faktor dalam bagaimana Federal Reserve mendekati kemungkinan penurunan suku bunga. Jumlah pekerja nonpertanian meningkat sebesar 256.000 pekerjaan bulan lalu setelah naik sebesar 212.000 pada bulan November, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja. Para ekonom telah memperkirakan kenaikan sebesar 164.000 pekerjaan.
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, di bawah laju bulan November sebesar 4,2%.
Kekuatan di pasar tenaga kerja diharapkan memberi Fed lebih banyak ruang untuk menunda pemotongan suku bunga tahun ini. Kekhawatiran akan perlambatan pasar tenaga kerja menjadi salah satu motivasi utama Fed memangkas suku bunga sebesar 1% pada tahun 2024.(yds)
Sumber: Investing.com