Saham Asia Tergelincir, Emas Menguat!
Saham-saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut setelah Wall Street kembali melepas saham teknologi dan melakukan rotasi ke sektor yang lebih “lebar” di luar tech. Di pembukaan perdagangan, MSCI Asia Pacific Index turun sekitar 0,3%, dengan tekanan paling terasa di Korea Selatan.
Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan dengan penurunan sekitar 1,6%, padahal indeks ini sebelumnya jadi salah satu “poster child” tema AI/investasi teknologi di kawasan. Investor mulai sensitif terhadap valuasi tech yang dianggap sudah terlalu mahal dan belanja modal yang tinggi.
Sentimen negatif itu datang setelah Nasdaq 100 mengalami rute dua hari terburuk sejak Oktober dan menembus rata-rata pergerakan 100 hari, level teknikal yang sering dibaca sebagai sinyal risiko koreksi lanjutan. Meski begitu, kontrak berjangka indeks AS sempat menguat sekitar 0,3% di sesi Asia, memberi sinyal tekanan jual bisa mulai mereda.
Di sisi lain, emas dan perak justru menguat, memperpanjang rebound pasca-anjlok bersejarah. Emas diperdagangkan sedikit di atas $5.000/ons, sementara perak berada di sekitar $89/ons—menandakan minat “dip buying” di logam mulia masih jalan saat pasar saham goyah.
Tekanan di tech juga diperkuat oleh respons pasar terhadap update emiten teknologi besar: ada kekhawatiran soal valuasi, belanja besar untuk AI, dan potensi AI “menggerus” model bisnis software yang sudah mapan. Beberapa laporan/outlook emiten chip dan software ikut memperkeruh sentimen di sektor tersebut.
Sementara itu di komoditas energi, minyak bergerak melemah setelah reli sebelumnya, seiring Iran mengonfirmasi negosiasi dengan AS akan digelar di Oman pada Jumat, yang sedikit meredakan kekhawatiran eskalasi militer jangka pendek. Reuters mencatat WTI sempat turun sekitar 1% menjelang agenda pembicaraan itu.(asd)
Sumber: Newsmaker.id