Rekor Eropa, Alarm Konsolidasi Nyala
Saham-saham Eropa bergerak naik-turun tipis di dekat level rekor pada Selasa (13/1), karena investor memilih menunggu rilis data inflasi AS yang bisa menentukan arah pasar selanjutnya. Indeks Stoxx Europe 600 nyaris tidak berubah pada pagi hari di London. Sektor ritel dan teknologi terlihat lebih kuat, sementara saham otomotif dan konstruksi justru tertinggal.
Salah satu sorotan datang dari Orsted A/S yang naik sekitar 4,7%. Kenaikan ini terjadi setelah hakim di AS memutuskan perusahaan energi terbarukan itu boleh melanjutkan pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Rhode Island, sambil tetap menggugat perintah penghentian kerja terbaru dari pemerintah.
Secara umum, awal tahun ini jadi periode yang “panas” untuk bursa Eropa setelah reli kuat sepanjang 2025. Tapi sekarang mulai muncul tanda pasar terlalu cepat naik: Stoxx 600 disebut berada di kondisi jenuh beli tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Bahkan indikator RSI 14 hari menembus level 80, yang sering dibaca sebagai sinyal pasar butuh konsolidasi atau jeda sebelum lanjut naik.
Setelah data inflasi, fokus pasar akan bergeser ke musim laporan keuangan perusahaan. Di AS, JPMorgan Chase menjadi salah satu pembuka musim pendapatan untuk sektor perbankan. Sementara itu, pelaku pasar juga menunggu rilis inflasi inti AS, yang diperkirakan naik 2,7% (year-on-year) pada Desember—angka yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga dan memengaruhi arah saham global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id