Asia Melesat Dekati Rekor, Investor Mulai “Lirik” Pasar di Luar AS
Saham-saham Asia menguat dan mendekati rekor tertinggi, didorong optimisme atas musim laporan keuangan (earnings) serta prospek pertumbuhan ekonomi kawasan. Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,9% pada Rabu, melanjutkan kenaikan hari kedua beruntun. Menariknya, performa saham Asia tahun ini disebut mengungguli pasar AS, meski S&P 500 baru saja menutup sesi di level rekor.
Kenaikan paling mencolok terjadi di Jepang setelah bursa kembali dibuka usai libur. Yen ikut menguat ke sekitar 157,90 per dolar AS, setelah Menteri Keuangan Jepang menyampaikan kekhawatiran soal pergerakan yen yang dianggap “satu arah” kepada pejabat AS. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang naik di tengah spekulasi politik bahwa parlemen bisa dibubarkan paling cepat bulan depan.
Pelaku pasar juga mulai menilai saham Asia lebih menarik karena valuasinya relatif lebih murah dibanding AS. MSCI Asia Pacific diperdagangkan sekitar 15 kali proyeksi laba, sementara S&P 500 sekitar 22 kali dan Nasdaq 100 sekitar 25 kali. Di saat yang sama, investor makin memperluas fokus di luar AS karena kebijakan luar negeri AS makin sulit diprediksi dan muncul kekhawatiran baru soal tekanan pemerintahan Trump terhadap Federal Reserve.
Dari AS, pasar menunggu dua risiko besar pekan ini: data inflasi AS dan potensi putusan Mahkamah Agung terkait tarif Presiden Trump. Tekanan terhadap Fed membuat dolar melemah dan obligasi AS turun, sementara logam mulia menguat—emas dan perak mencetak level tertinggi baru. Intinya, ketika ketidakpastian kebijakan AS meningkat, investor terlihat mencari peluang “lebih murah” di Asia sambil menambah aset safe haven. (az)
Sumber: Newsmaker.id