Profit Taking Hantam Big Tech, Saham AS Melemah
Saham AS dibuka melemah pada Kamis (8/1) setelah reli “AI trade” memicu aksi ambil untung di saham-saham teknologi besar. Tekanan itu menahan laju indeks, meski sebagian sektor lain justru menguat tajam.
Di awal perdagangan, Nasdaq 100 tertekan dan berbalik turun setelah tiga hari menguat, sementara S&P 500 ikut melemah tipis. Fokus pasar terbelah: teknologi koreksi karena profit-taking, tetapi saham pertahanan melesat setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan dorongan belanja militer besar—termasuk wacana anggaran $1,5 triliun pada 2027.
Rotasi itu terlihat jelas di saham-saham pertahanan AS yang menguat seiring ekspektasi kontrak dan belanja pemerintah meningkat. Sentimen geopolitik yang memanas—termasuk isu Venezuela dan dinamika Greenland—ikut membuat sektor defensif makin dilirik.
Di pasar obligasi, reli global sempat tertahan. Yield Treasury 10 tahun naik kembali setelah data tenaga kerja menunjukkan kondisi yang masih relatif “tahan banting”: klaim pengangguran mingguan naik tipis ke 208 ribu, sementara rencana PHK perusahaan (Challenger) turun ke 35.553—terendah sejak Juli 2024.
Pasar kini menahan napas menunggu data payroll AS (NFP) Jumat, yang bakal jadi penentu ekspektasi suku bunga The Fed untuk bulan-bulan ke depan. Untuk sementara, skenario “tahan dulu, lihat data” masih dominan: peluang suku bunga ditahan dalam waktu dekat besar, tapi pasar tetap mengunci kemungkinan pemangkasan di paruh berikutnya tahun ini. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id