Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat “ngebut” mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan penguatan setelah naik pada sesi perdagangan AS, dipicu data ekonomi AS yang hasilnya campur aduk.
Di Asia, saham Jepang dan Korea Selatan dibuka turun. Di AS, indeks saham global dan S&P 500 sama-sama mencatat penurunan pertama di 2026 pada Rabu, jadi sinyal bahwa optimisme pasar mulai berkurang. Menariknya, Samsung turun 1,5% meski laba kuartalan mereka dilaporkan melonjak lebih dari tiga kali lipat ke rekor, didorong permintaan server AI.
Dari pasar obligasi, yield Treasury 10-tahun turun sekitar 3 bps ke 4,15% setelah data memperlihatkan tanda-tanda pelemahan di ketenagakerjaan AS. Ini menjaga spekulasi bahwa The Fed masih punya ruang memangkas suku bunga setidaknya dua kali tahun ini. Setelah turun untuk pertama kalinya pekan ini, emas dan perak bergerak stabil.
Analis menilai data semalam yang “campur” membuat pergerakan pasar jadi tidak mulus, dan optimisme risk-on mulai teruji oleh ketidakpastian geopolitik serta outlook ekonomi global yang belum solid. Pekan ini juga padat agenda: Jumat ada rilis payrolls AS, berbarengan dengan putusan Mahkamah Agung terkait tarif global Presiden Donald Trump.
Faktor geopolitik terus jadi sorotan: AS menyita dua tanker minyak yang masuk sanksi dalam langkah karantina energi terhadap Venezuela, Eropa merapat mendukung Denmark saat Trump kembali menguatkan ancaman soal Greenland, dan China memulai penyelidikan anti-dumping terhadap material penting chipmaking dari Jepang. Di komoditas, tembaga turun dari rekor dan logam industri lain ikut terkoreksi karena profit taking, sementara minyak naik tipis di tengah langkah AS yang makin intens terkait Venezuela.
Inti Poin (5 Hal):
- Bursa Asia melemah dua hari, reli awal tahun mulai “kehabisan bensin”.
- S&P 500 dan indeks saham global mencatat penurunan pertama di 2026.
- Yield US 10Y turun ke 4,15%, menjaga harapan pemangkasan suku bunga The Fed.
- Geopolitik memanas: Venezuela (tanker disita), Denmark–Greenland, China–Jepang.
- Komoditas campur: logam industri terkoreksi, minyak naik tipis, emas-perak stabil.(asd)
Sumber: Newsmaker.