Minyak Tekan Energi, Pasar Eropa Masuk Mode Waspada
Saham-saham Eropa bergerak datar cenderung lesu pada hari Rabu (7/1) karena pelaku pasar memilih menahan posisi jelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Indeks Stoxx Europe 600 nyaris tidak berubah pada pagi hari waktu London, dengan investor menunggu sinyal baru soal arah suku bunga The Fed dan kekuatan ekonomi AS.
Pergerakan sektor terlihat terbelah: utilitas dan industri menjadi penopang, sementara energi dan perbankan tertinggal. Saham energi melemah setelah pernyataan Donald Trump bahwa Venezuela akan mengirim minyak senilai hingga sekitar US$2,8 miliar ke AS, yang memicu kekhawatiran pasokan bertambah di tengah sentimen oversupply.
Di level saham individual, Lufthansa mencuri perhatian setelah naik sekitar 2% usai Morgan Stanley menaikkan peringkat maskapai tersebut. Pasar menilai program pemulihan Lufthansa mulai menunjukkan hasil yang lebih solid, sehingga minat beli kembali muncul meski bursa secara umum masih “wait and see”.
Secara keseluruhan, pasar saham Eropa mengawali tahun dengan momentum positif, didorong minat pada sektor pertahanan dan pertambangan. Namun, reli itu mulai “mendingin” karena fokus investor bergeser ke agenda data makro AS—yang biasanya jadi penentu: apakah pemangkasan suku bunga akan dipercepat atau justru tertahan.
Selain data AS, perhatian hari ini juga mengarah ke rilis inflasi zona euro bulan Desember. Jika inflasi kembali melunak, pasar akan membaca bahwa proses penurunan inflasi masih berjalan—yang bisa membuka ruang kebijakan moneter lebih longgar, meski kecepatannya tetap sangat bergantung pada arah data dari Amerika. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id